Pada ibu hamil kram betis biasa terjadi saat kehamilannya yang memasuki trimester kedua. (Foto: Pexels.com)
Pada ibu hamil kram betis biasa terjadi saat kehamilannya yang memasuki trimester kedua. (Foto: Pexels.com)

Kram Betis Saat Hamil

Rona kehamilan
Yatin Suleha • 13 Oktober 2019 07:00
Jakarta: Kram betis adalah hal yang biasa terjadi pada banyak orang. Bukan hanya terjadi pada ibu hamil tetapi juga terjadi pada semua orang yang pada pagi atau siangnya terlalu lama berdiri atau terlalu letih bekerja. Hal ini mengakibatkan otot-otot bekerja terlalu berat. Apalagi jika kondisi ibu sedang hamil yang memang kondisinya bertambah berat badannya.
 
Kram betis terjadi akibat pembuluh darah balik (vena) ke arah jantung dari kaki sedikit terhambat karena ada kehamilan sehingga terjadilah kram pada betis. Hal ini juga bisa terjadi akibat kekurangan kalsium, kalium, magnesium.
 
Dr. Agus Surur As'adi, Sp.OG-KFER, selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan - Fertilitas Endokrinologi Reproduksi menjelaskan pada ibu hamil zat-zat tersebut harus diasup dan biasanya juga diberikan saat ibu hamil kontrol kehamilannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jangan terlalu khawatir karena tidak berpengaruh dan berbahaya pada kehamilan ibu dan tetap jaga kesehatan serta asupan makanan.

Metabolisme kurang lancar

Dr. Agus juga menerangkan bahwa kram disebabkan karena kurang lancarnya aliran darah pada pembuluh darah yang mengakibatkan penumpukan Asam Laktat (sirkulasi darah ke otot kurang baik). Biasanya ini terjadi pada mereka yang kurang berolahraga.
 
Pada ibu hamil kram betis biasa terjadi saat kehamilannya yang memasuki trimester kedua karena kehamilan sudah mulai besar, kram betis ini karena kebutuhan O2 lebih banyak namun aliran darah tidak memadai di bagian kaki sehingga terjadilah keadaan Anaerob (kurangnya O2).
 
Kram Betis Saat Hamil
(Kram betis terjadi akibat pembuluh darah balik (vena) ke arah jantung dari kaki sedikit terhambat karena ada kehamilan sehingga terjadilah kram pada betis. Foto: Andrew Seaman/Unsplash.com)
 
Keadaan Anareob dan penumpukan asam laktat inilah yang menyebabkan terjadinya kram pada betis. Asam laktat yang bersifat korosif tersebut menyebabkan rasa nyeri. Selain itu juga penyebab lainnya karena kelelahan, dehidrasi atau kekurangan cairan dan elektrolit (kurang kalium, natrium, kalsium dan magnesium).
 
Kram betis umum terjadi pada banyak orang bukan hanya pada ibu hamil saja. Misalnya Anda terlalu lama berdiri juga bisa mengakibatkan kram pada betis.
 
Ada juga riset yang membuktikan terlalu banyak fosfor dapat mengakibatkan kram betis juga. Biasanya ada dalam minuman bersoda dan makanan snack ringan.

Atasi kram betis

Dr. Agus memberikan saran kram betis bisa ditangani dengan cara stretching (peregangan) kurang lebih selama lima menit. Selain meregangkan kaki, ibu hamil juga bisa merendam kaki dalam air hangat untuk merelaksasi pembuluh darah.
 
Jika Anda sedang dalan posisi yang sama dalam jangka waktu yang lama juga sebaiknya gerakkan kaki Anda(melakukan excercise ringan) ini untuk meregangkan otot agar tidak tegang.
 
Jika terjadinya kram betis karena kekurangan cairan elektrolit maka asupan vitamin yang mengandung kalium, natrium, kalsium dan magnesium sangat dianjurkan dan biasanya sudah diberikan oleh dokter kandungan. Dan hindari makanan atau minuman yang banyak mengandung zat fosfor.
 
Ibu hamil juga harus pandai menggunakan waktu istirahatnya dengan baik. Sebaiknya ibu hamil yang beristirahat rebahlah dengan miring ke kiri karena pembuluh darah lebih dekat dan bayi lebih sehat.
 
Ini juga untuk mengurangi kram betis. Ada juga stoking yang memang dikhususkan untuk ibu hamil agar mengurangi resiko varises dan kram pada betis. Dan cukupkan minum air putih.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif