Prananda Surya Paloh, anggota DPR-RI dari Partai NasDem (Foto: PIUS ERLANGGA/MI)
Prananda Surya Paloh, anggota DPR-RI dari Partai NasDem (Foto: PIUS ERLANGGA/MI)

Prananda Paloh Ungkap Bagaimana Penanganan Covid-19 di Indonesia

Rona covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 03 Juli 2020 18:06
Jakarta: Politisi Muda, Prananda Surya Paloh mengungkapkan penanganan kasus new coronavirus (covid-19) di Indonesia, dianggap telah sesuai dengan apa yang dikerjakan timnya, Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi Partai NasDem itu mengatakan kinerja pemerintah sudah cukup baik.
 
Komisi I DPR sendiri, kata Prananda, membidangi komunikasi, pertahanan, dan luar negeri. Lantaran demikian, salah satu hal yang menjadi sorotan penting ialah website tentang data penyebaran covid-19 yang dikelola oleh pemerintah.
 
"Di situ kami mengimbau Pak Menteri (Terawan Agus Putranto) untuk melakukan dan mengakses data secara terbuka dan transparan," ujar Prananda dalam Ngobrol Asyik Medcom.id, Jumat, 3 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prananda yakin bahwa penanganan yang dilakukan Pemerintah Indonesia hingga saat ini sudah cukup baik. Akan tetapi, lantaran data yang harus dilacak terbilang sangat banyak, maka pemerintah memang membutuhkan proses yang sedikit lebih lama.
 
"Tapi percayalah, dari pemerintah tidak ada yang ditutup-tutupi. Mungkin proses datanya saja yang agak lama dan itu juga kalau tidak salah saya ingat Bapak Presiden (Joko Widodo) sudah bilang untuk membuka data secara transparan dan akuntable," paparnya.
 
"Tidak ada faktor kesengajaan karena alasan apapun terkait penanganan kasus covid-19 di Indonesia. Saya yakin dan percaya itu," ucap Prananda.
 
Sementara itu, timnya yang juga membidangi urusan luar negeri, melakukan crosscheck dengan kondisi negara tetangga. Termasuk tentang pengetatan kontrol perbatasan, skrining untuk masuk ke wilayah Indonesia.
 
"Karena wajar saja negara tetangga seperti Singapura saja kita di-banned belum bisa masuk. Tapi itu kan karena untuk keamanan masyarakatnya. Termasuk orang Indonesia yang berada di sana dipaksa untuk tetap di sana kemarin. Kalau sekarang kan sudah boleh balik," pungkasnya.
 

(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif