Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Penelitian Ungkap Bahaya Sulit Minum Air Putih bagi Anak-anak

Rona tumbuh kembang anak
Sunnaholomi Halakrispen • 27 Mei 2020 06:00
Jakarta: Anak-anak perlu minum banyak air setiap hari. Terutama saat musim panas dan musim wabah. Hal itu agar anak tetap sehat, terhidrasi, dan aktif.
 
Tetapi ada sebuah penelitian menemukan bahwa pada hari tertentu, sekitar 20 persen anak-anak di Amerika Serikat tidak meminum setetes airpun. Bagaimana bisa?
 
"Itu tidak berarti mereka tidak minum air pada hari-hari lain. Tapi saya pikir 1 dari 5 anak-anak yang tidak minum air pada hari tertentu agak mengejutkan," ujar penulis studi, Asher Rosinger, PhD, direktur Laboratorium Air, Kesehatan, dan Nutrisi di Pennsylvania State University di State College, dikutip dari WebMD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, kata Rosinger, anak-anak harus minum air setiap hari karena air adalah minuman yang paling sehat. Tetapi bagi banyak orang tua, membuat anak-anak mereka minum air putih bukan hanya sebuah tantangan, melaikan tugas yang hampir mustahil.
 
Padahal, kekurangan mengonsumsi air dapat memberikan dampak besar pada anak-anak. Ini berkontribusi pada obesitas, memengaruhi kinerja mereka di sekolah, dan dapat menyebabkan kebiasaan tidak sehat lainnya.
 
"Anak perempuan kami yang berusia 6 tahun minum air, tetapi putra kami yang akan berusia 2 tahun tak sampai habis minum air, meski secangkir dalam sehari. Dia minum susu, setengah cangkir air, dan setengah cangkir jus. Saya bingung bagaimana cara membuatnya minum lebih banyak air putih," tutur Sarah Ford.
 
Sarah tidak sendirian dan ini bukan masalah yang bisa diabaikan begitu saja oleh orang tua. CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat) mengatakan konsumsi air adalah bagian penting dari menjaga kesehatan, tetap terhidrasi, dan mengelola berat badan yang sehat.
 
Dokter mengatakan ada banyak risiko kesehatan jika anak-anak tidak mendapatkan cukup air mineral di setiap harinya. Salah satunya, berisiko terkena dehidrasi ringan yang menyebabkan gejala seperti kelelahan, sakit kepala, dan daya tahan tubuh yang buruk.
 
"Dalam jangka panjang, kekurangan cairan kronis memengaruhi ginjal, hati, otak, dan dapat menyebabkan sembelit, yang bisa sangat bermasalah," jelas Linda Friehling, MD, dokter anak dan asisten profesor pediatri umum di West Virginia University di Morgantown.
 
"Putri saya terkena dampak negatif karena tidak minum cukup air. Ia turun dari bus di taman kanak-kanak dengan sakit kepala, kelelahan, dan dia biasanya muntah," kata Julie A.
 
"Saya akan memberinya sebotol air atau Gatorade. Kemudian dia akan tertidur di sofa, bangun satu jam kemudian, dan kondisinya membaik. Tidak ada demam atau gejala lainnya. Perlu beberapa saat bagi saya untuk menyadari bahwa ia hanya mengalami dehidrasi," akunya.
 
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa hal tersebut adalah tantangan nyata bagi banyak orang tua. Penelitian Rosinger, yang diterbitkan dalam JAMA Pediatrics pada April 2019, menganalisis 8.400 anak-anak dan dewasa muda di Amerika Serikat, menunjukkan apa saja yang dimakan dan diminum respondennya dalam periode 24 jam.
 
Data itu tidak hanya menemukan bahwa 20 persen anak-anak tidak minum air dalam sehari. Namun, juga menunjukkan bahwa ketika anak-anak tidak minum air putih, mereka lebih mungkin minum minuman yang dimaniskan.
 
"Anak-anak yang tidak minum air putih mengonsumsi kalori hampir dua kali lebih banyak daripada anak-anak yang mengonsumsi air putih. Saat itulah mereka akan minum lebih dari 10 persen kalori harian dari minuman manis," ucap Rosinger.
 
Tim peneliti Penn State menemukan bahwa ketika anak-anak menerapkannya, mereka menambahkan 100 kalori sehari ke dalam makanan mereka. Selanjutnya, meningkatkan risiko kelebihan berat badan atau obesitas.
 
"Ketika anak-anak minum air mineral, asupan kalori dari minuman manis hanyalah setengah dibandingkan anak-anak yang tidak minum air. Jadi rekomendasi yang sangat penting bagi orang tua dan dokter anak adalah air harus menjadi minuman pertama yang ditawarkan kepada anak," pugkasnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif