Ilustrasi--Tumpukan sampah plastik berada di pinggir pantai Ouzai, Beirut. (Foto: AFP/JOSEPH EID)
Ilustrasi--Tumpukan sampah plastik berada di pinggir pantai Ouzai, Beirut. (Foto: AFP/JOSEPH EID)

Studi: Produksi Oksigen Berkurang Akibat Sampah Plastik

Rona sampah
Dhaifurrakhman Abas • 29 Juni 2019 18:08
Keberadaan sampah plastik di lautan mengancam kehidupan prochlorococcus. Sehingga produksi oksigen bersih di bumi menjadi semakin minim. 
 

Jakarta: Sampah plastik yang mengambang di lautan tidak hanya merusak dan mengotori keindahan perairan. Sampah plastik juga mengancam kehidupan prochlorococcus. 
 
Melansir Time, prochlorococcus merupakan salah satu jenis bakteri laut yang berperan menghasilkan oksigen di laut dan darat. Sebab itu, spesies hijau kecil ini kerap disebut hutan tak terlihat di lautan karena fungsinya serupa dengan pepohonan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prochlorococcus merupakan organisme fotosintetik. Organisme ini menggunakan sinar matahari untuk mengubah karbon dioksida menjadi oksigen yang bakal dilepaskan ke atmosfer. 
 
Prochlorococcus masuk ke dalam jenis Cyanobacteria yang merupakan makhluk penghasil oksigen pertama di planet bumi. Jadi, Prochlorococcus pada dasarnya adalah nenek moyang dari tanaman saat ini.
 
Prochlorococcus merupakan mikroorganisme paling berlimpah di planet bumi. Dalam setetes air laut saja terdapat 20.000 Prochlorococcus. Tak ayal, organisme ini menghasilkan hampir sepuluh persen oksigen yang kita hirup.
 
Namun terlepas dari jumlahnya yang melimpah, bakteri ini rentan terbunuh apabila terpapar sampah plastik. Paparan pastik juga bisa mengganggu pertumbuhan, fungsi, dan produksi oksigen yang dihasilkan prochlorococcus.
 
Hal ini diungkapkan para peneliti dari Macquarie University di Australia dengan menguji dua jenis Prochlorococcus terhadap paparan bahan kimia plastik. Adapun bahan kimia tersebut adalah polivinil klorida (PVC) dan polietilen densitas tinggi, yang terdapat dalam plastik.
 
Hasilnya, para ilmuwan menemukan bahwa paparan bahan kimia ini mengganggu pertumbuhan dan fungsi Prochlorococcus, termasuk jumlah oksigen yang sihasilkan. Plastik juga mengubah ekspresi gen bakteri yang tengah diuji.
 
"Kami menemukan bahwa paparan bahan kimia yang tercuci dari pencemaran plastik mengganggu pertumbuhan, fotosintesis, dan produksi oksigen Prochlorococcus," kata Sasha Tetu, peneliti dari Universitas Macquarie. 
 
Tetu juga menyebut bahwa tingginya konsentrasi sampah plastik mengurangi kepadatan populasi Prochlorococcus dalam setetes air laut. Alhasil produksi oksigen bersih di bumi menjadi semakin minim. "Apakah dampak kekurangan oksigen buat manusia? Produksi oksigen yang berkurang akan membuat manusia menjadi lemas yang berujung pada kematian," tandasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif