Bill Bush, kepala dokter anak di Rumah Sakit Helen DeVos Children's mengatakan saat anak mengalami gejala penyakit seperti panas tinggi, kejang, muntah-muntah, orang tua setop mengecek di mesin pencari. Jangan membuang waktu bawa anak ke dokter. (Foto: Pe
Bill Bush, kepala dokter anak di Rumah Sakit Helen DeVos Children's mengatakan saat anak mengalami gejala penyakit seperti panas tinggi, kejang, muntah-muntah, orang tua setop mengecek di mesin pencari. Jangan membuang waktu bawa anak ke dokter. (Foto: Pe

Sembilan Hal yang Diharapkan oleh Dokter Spesialis Anak

Rona perkembangan anak
Anda Nurlaila • 23 Mei 2019 13:12
Bill Bush, kepala dokter anak di Rumah Sakit Helen DeVos Children's mengatakan saat anak mengalami gejala penyakit seperti panas tinggi, kejang, muntah-muntah, orang tua setop mengecek di mesin pencari. Jangan membuang waktu bawa anak ke dokter untuk memperoleh evaluasi medis untuk mendapatkan penanganan.
 

 
Jakarta: Cara pengasuhan anak mungkin dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti teman, internet dan orang tua. Berbeda dengan cara pengasuhan, saat buah hati sakit, orang tua perlu mengetahui hal yang perlu dan tidak perlu dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misalnya, sebagian terlalu stres dan khawatir melihat anak sakit, sehingga terburu-buru membawa anak ke dokter. Atau justru tidak menjelaskan kondisi anak ke dokter karena panik atau malu.
 
Kepala dokter anak di Rumah Sakit Helen DeVos Children's Bill Bush kepada Parents memberi tahu agar orang tua berhenti melakukan beberapa hal, yaitu:


1. Mencari infomasi dan nasihat medis dari internet

Saat anak mengalami gejala penyakit seperti panas tinggi, kejang, muntah-muntah, orang tua setop mengecek di mesin pencari. Meskipun ada beberapa situs terpercaya dan bermanfaat, mustahil mendiagnosis anak melalui internet. Jangan membuang waktu bawa anak ke dokter untuk memperoleh evaluasi medis.

2. Ke IGD untuk semua penyakit

Kecuali untuk keadaan darurat yang ekstrem, bawa anak yang sakit ke dokter dan hindari kunjungan ke IGD. Dengan begitu, Anda memberi waktu bagi anak untuk tenang dan keluarga untuk membuat penilaian. Dokter anak juga dapat menentukan apakah ada tempat alternatif yang dapat dikunjungi.

3. Selalu meminta antibiotik

Wajar jika orang tua ingin anak sehat sesegera mungkin. Tapi antibiotik tidak selalu menjadi jawaban. Pilek dan flu tidak memerlukan antibiotik dan hanya butuh lebih banyak istirahat. Saat antibiotik benar-benar perlu adalah ketika mereka memiliki infeksi bakteri. "Tetapi untuk sebagian besar pasien dengan penyakit virus, antibiotik tidak diresepkan," katanya.

4. Menolak vaksinasi dan menuntut jadwal vaksin alternatif

Sama seperti orang tua yang terburu-buru berobat, sebagian orang tua lain takut memvaksin anak. Bahkan jika mereka setuju vaksin baik, banyak orang tua yang khawatir vaksin membawa penyakit mematikan dan melemahkan anak. Menunda vaksin terutama pada bayi akan membuat bayi lebih berisiko terkena penyakit.
 
Sembilan Hal yang Diharapkan oleh Dokter Spesialis Anak
(Bill Bush, kepala dokter anak di Rumah Sakit Helen DeVos Children's mengatakan saat anak mengalami gejala penyakit seperti panas tinggi, kejang, muntah-muntah, orang tua setop mengecek di mesin pencari. Jangan membuang waktu bawa anak ke dokter. Foto: Pexels.com)

5. Mengizinkan anak melihat gadget tanpa batasan

Ponsel, tablet, televisi adalah kehidupan sehari-hari manusia modern. Namun orang tua harus memastikan anak-anak bermain di luar untuk berolahraga, dan interaksi tatap muka untuk perkembangan sosial mereka.

6. Pilek karena main di luar

Anak tidak akan pilek atau masuk angin jika hanya berjalan dari mobil ke rumah tanpa jaket selama 10 detik. Penyakit virus seperti pilek berasal dari penyebaran kuman. Anak dapat memegang sesuatu lalu menyentuh mata, hidung, dan mulut mereka. Di musim dingin, penyebaran penyakit lebih banyak karena anak berkumpul pada satu area yang lebih sempit sepanjang hari.

7. Melewatkan pemeriksaan kesehatan

Jika anak dalam keadaan sehat, banyak orang tua yang melupakan untuk mendatangi dokter untuk pemeriksaan kesehatan umum. Padahal pemeriksaan kesehatan umum dapat mencegah dan mengelola penyakit tertentu. Ini termasuk masalah pendengaran dan penglihatan, murmur jantung, peningkatan tekanan darah, anak-anak yang gagal tumbuh dan anak yang mungkin mengalami skoliosis.


8. Menggunakan kapas untuk membersihkan telinga

Berpikir membersihkan telinga anak menggunakan cotton bud baik? Kenyataannya, Anda hanya mendorong kotoran masuk lebih jauh ke dalam telinga. Sehingga anak datang dengan keluhan sakit telingan atau pendengaran berkurang akibat telinga mereka penuh dengan kotoran telinga. Alih-alih, biarkan air masuk ke telinga anak saat mandi. Kelembapan membantu lilin bekerja dengan sendirinya.

9. Panik tentang suhu tubuh anak

Orang tua tentu khawatir saat anak demam, tetapi demam dapat berbahaya hanya pada bayi yang baru lahir. Pada anak yang lebih besar, demam hanya salah satu gejala seperti hidung tersumbat, batuk, atau sakit. Ini hanya informasi yang dibutuhkan dokter untuk mendiagnosis dengan tepat.
 
Kunjungi dokter spesialis anak di beberapa rumah sakit seperti Rumah Sakit Royal Taruma, RS Pondok Indah, atau RS Puri Cinere. Atau kunjungi dokter di rumah sakit atau tempat pelayanan terdekat dari rumah Anda.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif