Penelitian menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat memicu penyakit radang usus. (Foto: Pexels.com)
Penelitian menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat memicu penyakit radang usus. (Foto: Pexels.com)

Kebiasaan dan Gangguan Tidur Pengaruhi BAB

Rona kesehatan
Anda Nurlaila • 25 April 2019 17:35
Kyle D. Staller Instruktur di Sekolah Kedokteran Harvard dan ahli gastroenterologi di Rumah Sakit Umum Massachusetts mengatakan orang dengan IBS atau ketidaknyamanan gastrointestinal lainnya mungkin sangat memerhatikan bahwa gejala mereka memburuk ketika mereka tidak tidur nyenyak.
 

 
Jakarta:
Kebiasaan begadang atau tidak cukup tidur di malam hari dapat memengaruhi aktivitas harian dan suasana hati. Tetapi, mereka yang mengalami gangguan tidur juga dikaitkan dengan beberapa efek negatif terhadap kesehatan. Salah satunya pada kebiasaan di kamar mandi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para ahli kesehatan mengatakan pencernaan percaya bahwa kualitas tidur dan gejala GI seperti kembung, sembelit, dan diare terhubung dalam beberapa cara. Terutama di antara orang-orang dengan sindrom iritasi usus besar (IBS).
 
Penelitian menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat memicu penyakit radang usus. Gangguan tidur dan kurang tidur juga dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan pada gilirannya, kesehatan GI.
 
Instruktur di Sekolah Kedokteran Harvard dan ahli gastroenterologi di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Kyle D. Staller mengatakan kepada Health, orang dengan IBS atau ketidaknyamanan gastrointestinal lainnya mungkin sangat memerhatikan bahwa gejala mereka memburuk ketika mereka tidak tidur nyenyak.
 
"Tidur yang buruk kemungkinan akan memperburuk masalah GI tertentu," katanya.
 
(Baca juga: Kurang Tidur, Terapkan Tiga Hal Ini agar Tetap Fit)
 
Kebiasaan dan Gangguan Tidur Pengaruhi BAB
(Penelitian menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat memicu penyakit radang usus. Foto: Pexels.com)
 
Jika melalui beberapa malam tanpa tidur berkualitas, tubuh akan mengalami peningkatan rasa tidak nyaman, diare, atau pembuangan kotoran yang kurang optimal di hari-hari berikutnya.
 
Tapi, ia menambahkan, kemungkinan lainnya adalah masalah GI yang mengganggu tidur, sehingga membalikkan siklus seseorang. Bangun di tengah malam dengan kebutuhan mendesak untuk buang air besar pasti akan mengacaukan tidur.
 
Meskipun demikian, perasaan ingin BAB di malam hari kemungkinan juga merupakan tanda infeksi dan layak didiskusikan dengan dokter.
 
Istirahat malam yang cukup merupakan tindakan pencegahan. Hal ini terutama bagi mereka yang mengalami ketidaknyamanan GI atau IBS.
 
"Tidur cukup adalah cara untuk mengendalikan gejala, tanpa perlu pengobatan," kata Staller.
 
Agar tidur lebih berkualitas, lakukan beberapa ritual. Antara lain menjaga kamar gelap, dingin, dan bebas dari layar televisi atau gadget. Tidur lelap dapat mengurangi jumlah stres dan dapat meningkatkan kesehatan pencernaan.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif