Dr. Bhanu, Sp.PD, B.Med.Sc, dokter spesialis penyakit dalam menerangkan sebenarnya orang gemuk belum tentu diabetes. (Foto: Pexels.com)
Dr. Bhanu, Sp.PD, B.Med.Sc, dokter spesialis penyakit dalam menerangkan sebenarnya orang gemuk belum tentu diabetes. (Foto: Pexels.com)

Apakah Orang Gemuk Pasti Terkena Diabetes?

Rona diabetes
Raka Lestari • 25 April 2019 07:00
Dr. Bhanu, Sp.PD, B.Med.Sc, dokter spesialis penyakit dalam menerangkan sebenarnya orang gemuk belum tentu diabetes. Banyak orang yang kurus pun menderita dibetes karena diabetes bisa terjadi karena dua faktor yaitu genetika atau makanan.
 

 
Jakarta:
Seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas sering dikaitkan dengan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah diabetes.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini karena obesitas biasanya terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat. Selain itu kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga, yang memang juga dapat memicu terjadinya diabetes terutama diabetes tipe 2.
 
“Jadi sebenarnya orang gemuk belum tentu diabetes. Banyak orang yang kurus pun menderita dibetes karena diabetes bisa terjadi karena dua faktor yaitu genetika atau makanan,” ujar dr. Bhanu, Sp.PD, B.Med.Sc, dokter spesialis penyakit dalam, di acara peluncuran web series dari Tropicana Slim, di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 24 April 2019.
 
Ia juga menambahkan bahwa ada beberapa kasus di mana seseorang sudah mengidap diabetes dalam waktu yang cukup lama dan baru berobat ke dokter, itu pun bisa membuat badannya menjadi kurus meskipun pada awalnya cukup gemuk.
 
(Baca juga: Mengendalikan Diabetes Tipe 2 Tanpa Obat)
 
Apakah Orang Gemuk Pasti Terkena Diabetes?
(Dr. Bhanu, Sp.PD, B.Med.Sc, dokter spesialis penyakit dalam menerangkan sebenarnya orang gemuk belum tentu diabetes. Foto: Pexels.com)
 
“Cuma memang kalau seseorang terlampau gemuk maka insulin akan bekerja terlalu keras untuk memasukkan semua gula ke dalam otot. Sampai suatu tahap di mana pankreas sudah bekerja terlalu keras untuk menghasilkan insulin, akhirnya pankreas merasa ‘capek’ dan akhirnya sel pankreasnya pun mati sehingga tidak memproduksi insulin lagi," jelas dr. Bhanu.
 
"Kalau seperti itu, masuklah ke kondisi diabetes tipe 2 di mana terjadi defisiensi insulin,” tambahnya lagi.
 
Menurut dr. Bhanu jika seseorang sudah terlanjur mengalami kondisi tersebut biasanya obat-obatan biasa tidak bisa membantu sehingga diperlukan suntikan hormon insulin.
 
“Meskipun begitu, orang gemuk memang memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes karena resistensi di badannya terhadap insulin lebih tinggi.”
 
Oleh karena itu, dr. Bhanu menyarankan untuk menjaga berat badan ideal dan memerhatikan asupan makanan tubuh untuk tubuh. Tidak lupa juga ia menyarankan untuk rutin melakukan olahraga agar kalori yang masuk dan keluar pun seimbang.
 
“Kalau memiliki aktivitas yang bagus dan seimbang maka akan sehat. Dan juga bukan berarti kalau seseorang itu kurus berarti dia akan terlindung dari diabetes. Kalau makanannya tidak dijaga pun bisa memiliki risiko yang lebih tinggi terkena diabetes dibandingkan mereka yang gemuk,” tutup dr. Bhanu.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif