Dalam masa karantina pandemi covid-19 ini, kita mau tak mau jadi harus beradaptasi dengan hanya berada di rumah saja dan masalah-masalah lain yang ikutan datang. (Ilustrasi/Pexels)
Dalam masa karantina pandemi covid-19 ini, kita mau tak mau jadi harus beradaptasi dengan hanya berada di rumah saja dan masalah-masalah lain yang ikutan datang. (Ilustrasi/Pexels)

Cara Mengurangi Tekanan saat Covid-19

Rona Virus Korona virus corona covid-19 PSBB
Kumara Anggita • 14 Mei 2020 16:19
Jakarta: Dalam masa karantina pandemi covid-19 ini, kita mau tak mau jadi harus beradaptasi dengan hanya berada di rumah saja dan masalah-masalah lain yang ikutan datang. Idealnya, orang bisa masuk ke tahap penerimaandimana Anda akhirnya sudah ikhlas dengan situasi yang ada. 
 
“Maka akhirnya timbul sikap penerimaan tanpa syarat terhadap kondisi yang ada, dengan diikuti oleh berbagai perubahan dalam pola hidup dan kebiasaan,” ujar dr. Leonardi Goenawan, Sp.KJ Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa di RS Pondok Indah – Puri Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.
 
Sayangnya, tidak semua orang memiliki kekuatan yang sama untuk mencapai tahap penerimaan. Menurutnya seseorang yang biasanya mudah tertekan, akan merasakan dampak pandemi ini lebih berat. Untungnya ada cara untuk mengurangi tekanan ini seperti: 

Istirahat

Dokter Leonardi menganjurkan Anda untuk melakukan hal-hal santai yang menyenangkan Anda seperti menonton, membaca, atau mendengarkan berita, termasuk media sosial. Mendengar info pandemi berulang kali bisa membuat hanyut dalam kekhawatiran yang berlebihan

Bergerak dan makan sehat

Walaupun malas cobalah berolahraga ringan secara teratur, seperti latihan napas, stretching, yoga, atau meditasi. Jangan lupa pula untuk makanan yang sehat dan berimbang dan berolahraga secara teratur juga tidur dengan waktu yang cukup. Hindari penggunaan alkohol, rokok, dan obat-obatan yang tidak perlu. 

Bersantai

“Berikan diri Anda waktu untuk bersantai. Lakukan beberapa aktivitas lain yang Anda sukai. Berbagai penelitian memperlihatkan hubungan resiprokal (terbalik) antara stres dan aktivitas fisik. Semakin rutin Anda beraktivitas fisik maka semakin rendah tingkat stres yang Anda miliki,” jelasnya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Selain itu, aktivitas fisik dan olahraga terbukti penting dalam manajemen stres yang efektif karena dapat menurunkan kadar hormon-hormon stres seperti adrenalin dan kortisol dalam tubuh. Pada saat yang sama aktivitas fisik menstimulasi produksi endorfin, yaitu bahan kimia yang diproduksi oleh otak dan berfungsi sebagai pereda rasa sakit. Endorfin juga dapat menghasilkan perasaan relaks dan optimisme ketika Anda berolahraga rutin,” lanjutnya.

Berhubunganlah dengan orang lain

Jangan terlalu lama sendiri dan mnyimpannya sendiri. Berbicaralah dengan orang yang Anda percayai tentang perasaan dan kekhawatiran Anda. “Dengan bercerita pada orang lain akan meringankan separuh dari beban Anda,”ungkapnya. 

Cari berita dari sumber terpercaya

Sekarang informasi tentang covid-19 begitu banyak namun Anda harus membatasainya dengan memilih dari sumber-sumber yang terpercaya saja. 
 
“Memahami fakta yang akurat dan benar tentang covid-19 akan membuat Anda terhindar dari stres berlebihan,” jelasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif