Adonan kue mentah atau yang sering disebut cookie dough akhir-akhir ini cukup menjadi favorit banyak orang. (Ilustrasi/Pexels)
Adonan kue mentah atau yang sering disebut cookie dough akhir-akhir ini cukup menjadi favorit banyak orang. (Ilustrasi/Pexels)

Bahaya Mengonsumsi Adonan Kue Mentah

Rona bakteri e.coli cara membuat kue cubit
Raka Lestari • 06 Juni 2020 16:01
Jakarta: Adonan kue mentah atau yang sering disebut cookie dough akhir-akhir ini cukup menjadi favorit banyak orang. Wangi adonan kue yang masih mentah, membuat banyak orang ingin mencobanya sebelum benar-benar matang. Namun sebenarnya adonan kue mentah bisa saja mengangung telur mentah yang sebaiknya tidak dikonsumsi sampai adonan tersebut matang.
 
Dan ternyata, tidak hanya kandungan telur mentah yang perlu Anda waspadai. Kecuali anda menggunakan tepung bebas gluten dalam adonan kue, biasanya adonan kue yang masih mentah mengandung tepung mentah yang bisa membuat Anda sakit.
 
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikta, adonan kue yang masih mentah seperti adonan pizza, kue, atau torilla sebaiknya tidak dikonsumsi langsung atau dijadikan mainan untuk anak-anak karena kemungkinan bisa mengandung bakteri yang berbahaya seperti E. coli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tepung merupakan hasil dari biji-bijian yang langsung diproses sesaat setelah dipanen dari pertanian dan biasanya tidak dilakukan proses pembunuhan bakteri dalam proses pembuatannya,” ujar Leslie Smoot, Ph.D., seorang penasihat senior di FDA’s Office of Food Safety seperti dilansir Foxnews.
 
FDA juga memperingatkan agar tidak mengonsumsi telur mentah karena berhubungan dengan salmonella dan mendesak para konsumen untuk lebih waspada adanya risiko tambahan jika mengonsumsi adonan mentah, seperti strain E. coli yang berbahaya jika dikonsumsi mentah.
 
CDC juga menekankan bahwa pada dua wabah E.coli yang terjadi pada tahun 2016 dan 2019 di Amerika Serikat, yang membuat lebih dari 80 orang sakit setelah ditelusuri berasal dari tepung. Untuk itu, CDC juga menyarankan untuk membuang tepung jika sudah disimpan dalam keadaan yang sangat lama.
 
Gejala keracunan bakteri E. coli biasanya cukup parah, seperti diare (kadang diare berdarah) dank ram perut, serta muntah. Pada kasus-kasus yang ekstrem bahkan dapat menyebabkan jenis gagal ginjal tertentu yang sebagian besar menyerang anak-anak di bawah 5 tahun, orang tua, atau mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, menurut FDA.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif