Wanita Berisiko Mengalami Osteoporosis pada Usia di Atas 50 Tahun

Sri Yanti Nainggolan 07 September 2018 15:56 WIB
osteoporosis
Wanita Berisiko Mengalami Osteoporosis pada Usia di Atas 50 Tahun
Wanita mengalami perubahan hormonal setelah menopause sehingga menyebabkan melemahnya atau kehilangan tulang. (Foto: Leon Ell/Unsplash.com)
Jakarta: Sebuah studi dari All India Institute of Medical Science (AIIMS) menemukan bahwa wanita berusia di atas 50 tahun memiliki risiko lebih besar mengalami kerapuhan tulang atau osteoporosis dibandingkan pria. 

"Sebanyak 80 persen kasus osteoporosis ditemukan pada wanita. Tiap 1 dari 2 wanita berusia di atas 50 persen berisiko terdiagnosa osteoporosis. Hanya 20 persen pria berisiko serupa pada usia di atas 80 tahun," papar Dr Rajesh Malhotra, Kepala, Departemen Ortopedi AIIMS. 

Ia melanjutkan, wanita mengalami perubahan hormonal setelah menopause sehingga menyebabkan melemahnya atau kehilangan tulang lebih meningkatkan kemungkinan patah tulang pinggul pada orang tua yang disebut "Hip Attack", yang serius dan mengancam jiwa seperti serangan jantung atau otak.


"Kebanyakan pasien wanita mengalami osteoporosis. Ketinggian mereka mulai berkurang dan yang juga merupakan indikator serangan pinggul," pungkasnya.

(Baca juga: Hindari Makanan Berikut untuk Cegah Osteoporosis)


(Wanita mengalami perubahan hormonal setelah menopause sehingga menyebabkan melemahnya atau kehilangan tulang lebih meningkatkan kemungkinan patah tulang pinggul pada orang tua yang disebut "Hip Attack", yang serius dan mengancam jiwa seperti serangan jantung atau otak. Foto: Lucas Lenzi/Unsplash.com)

Jika satu ruas tulang belakang rusak, maka risiko kerusakan tulang belakang lain meningkat 2,5 kali lipat. Selain itu, jika ada yang menghadapi patah tulang belakang, sekitar 20 persen pasien kemungkinan akan menghadapi patah tulang lain dalam setahun.

Menurut ahli medis, populasi lansia beresiko mengalami kerapuhan karena tulang yang lemah sebagai akibat dari usia yang terkait dengan osteoporosis. Patah tulang tersbeut menakutkan dan sering menyebabkan kematian atau cacat. Penyintas dibiarkan lumpuh dan rentan terhadap lebih banyak patah tulang di masa depan.

"Jika sekitar 15 kasus osteoporosis sedang dilaporkan sekarang, jumlah ini akan bertambah banyak 6 kali pada tahun 2050 hanya di Asia. Patah tulang pinggul akan menjadi epidemi dalam beberapa tahun mendatang di India."

Terlepas dari kesadaran yang lebih, Malhotra mengatakan pemerintah perlu merumuskan kebijakan tentang osteoporosis karena muncul sebagai masalah kesehatan utama.

"Unit perawatan multidisipliner perlu dibangun yang harus melibatkan ahli geriatrik, ahli bedah ortopedi, intensivist, anestesi, ahli endokrin, spesialis rehabilitasi, perawat dan fisioterapis."






(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id