NEWSTICKER
Tak hanya bagi orang dewasa, remaja yang mulai merokok pun anak berisiko mendapatkan dampak negatifnya. (Ilustrasi/Pexels)
Tak hanya bagi orang dewasa, remaja yang mulai merokok pun anak berisiko mendapatkan dampak negatifnya. (Ilustrasi/Pexels)

Efek Negatif ketika Remaja Merokok

Rona rokok
Sunnaholomi Halakrispen • 18 Januari 2020 14:00
Jakarta: Merokok mengakibatkan penyakit jantung. Mungkin Anda tak asing dengan peringatan itu. Tak hanya bagi orang dewasa, remaja yang mulai merokok pun anak berisiko mendapatkan dampak negatifnya.
 
Semua efek yang dijelaskan oleh para dokter terkait merokok ialah terjadinya kerusakan pembuluh darah hingga menurunkan fungsi organ tubuh. Hal tersebut berlaku juga terhadap remaja. Bahayanya, memengaruhi perkembangan si anak.
 
"Kalau sudah nempel di otak anak itu sudah tidak bisa dicuci lagi. Kalau itu kena di usia awal, ketika otak sedang berkembang, tidak bisa di cuci. Jadi yang rusak ya rusak," ujar dr. Mayung Sambo Sp.A(K) selaku Sekretaris Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan, dalam konteks perkembangan anak, bagian otak sudah rusak karena merokok sejak anak-anak. Misalnya, pusat penglihatan di tahun-tahun awal menjadi rusak.
 
Berpengaruh juga pada pendengaran, gerakan tubuh, bahkan keseimbangan juga rentan mengalami kerusaan. Demikian juga ketika sudah mulai merokok saat usia remaja, seperti SMP dan SMA. Meskipun perkembangan otak dan tubuh telah terbentuk, namun memburuk.
 
"Yang masih terus berkembang dan masih rentan terserang itu adalah yang namanya korteks prefrontal di bagian depan otak itu tugasnya untuk fungsi luhur, dia bisa menimbang yang benar atau salah, itu berkembang sampai umur 25 tahun," jelasnya.
 
Apabila racun dari asap rokok atau vape menempel ke bagian tersebut, akan muncul adiksi. Kemudian, ada kerusakan yang tidak bisa dibersihkan atau tidak bisa diperbaiki ke kondisi semula. 
 
"Nah, itu bagian itu mengatur atensi, mengatur mood. Jadi atensi dia bisa terganggu, learning memori bermasalah, bisa depresi, kalau sudah rusak itu ada kemunduran fungsi," paparnya.
Terlebih lagi jika paparan asap tersebut terkena janin atau anak di usia awal. Hal ini akan
berisiko terjadinya gangguan perkembangan otak pada anak dan si calon bayi.
 
Sementara itu, apabila di usia anak telah mencoba merokok, berikan penjelasan mengenai betapa berbahayanya merokok. Jelaskan juga bukti orang yang sakit karena merokok. Berikan motivasi positif kepada si anak.
 
Jika tidak mempan, segera berkonsultasi ke dokter spesialis anak. Terdapat rekomendasi tentang bagaimana membantu anak dan remaja untuk dapat berhenti merokok.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif