Mandi setiap hari mungkin merupakan kebiasaan, tetapi selain kotor atau berkeringat, Anda mungkin tidak perlu mandi lebih dari beberapa kali seminggu. (Ilustrasi/Pexels).
Mandi setiap hari mungkin merupakan kebiasaan, tetapi selain kotor atau berkeringat, Anda mungkin tidak perlu mandi lebih dari beberapa kali seminggu. (Ilustrasi/Pexels).

Kesalahan Umum saat Mandi

Rona tips kesehatan
Timi Trieska Dara • 30 November 2019 18:07
Jakarta: Tanpa kita sadari, ada beberapa kesalahan yang biasa kita lakukan saat mandi. Kebiasaan atau alat mandi yang digunakan mungkin saja dapat memberi dampak buruk terhadap tubuh Anda. 
 
1. Mandi Terlalu Sering
 
Mandi setiap hari mungkin merupakan kebiasaan, tetapi selain kotor atau berkeringat, Anda mungkin tidak perlu mandi lebih dari beberapa kali seminggu. Mencuci menghilangkan minyak dan bakteri sehat dari kulit Anda, jadi terlalu sering mandi dapat menyebabkan kulit kering dan gatal dan membiarkan bakteri jahat masuk melalui kulit yang pecah-pecah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketika Anda mengekspos tubuh Anda pada kotoran dan bakteri normal, itu sebenarnya membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda. Plus, mandi terlalu sering menghabiskan air.
 
2. Menggunakan Sabun yang Salah
 
Sabun antibakteri dapat membunuh bakteri terlalu banyak, termasuk bakteri baik. Ini dapat memungkinkan bakteri jahat yang resisten terhadap antibiotik untuk masuk.
 
Sabun yang keras dapat mengeringkan kulit Anda, jadi tetaplah dengan sabun ringan dengan minyak tambahan, pembersih lembut, atau shower gel dengan pelembab tambahan. Jika Anda memiliki eksim atau kulit sensitif, sabun wangi dapat mengiritasi kulit Anda. Gunakan sabun yang bebas pewangi.
 
3. Tidak Membersihkan Loofah (penggosok badan)
 
Loofah sangat bagus untuk menggosok, tetapi celahnya adalah tempat persembunyian yang sempurna untuk kuman. Anda harus membersihkan loofah setiap minggu dengan merendamnya dalam pemutih encer selama 5 menit dan membilasnya dengan baik.
 
Meskipun nyaman untuk menyimpan loofah Anda di kamar mandi, lebih aman menggantungnya di tempat yang sejuk di mana ia akan lebih cepat kering. Anda harus mengganti loofah alami setidaknya setiap 3 hingga 4 minggu dan satu plastik setiap 2 bulan.
 
4. Kucuran Air Panas
 
Mandi air panas yang lama terasa sangat enak, terutama di musim dingin, tetapi air panas menghilangkan minyak alami kulit Anda dan dapat membuat kulit kering dan gatal. Lindungi kulit Anda dengan tetap menggunakan air hangat dan mandi hingga 5-10 menit. Ini sangat penting jika Anda memiliki kondisi kulit seperti eksim atau psoriasis.
 
5. Mencuci Rambut Terlalu Sering
 
Selain kulit kepala berminyak, Anda mungkin tidak perlu mencuci rambut setiap hari. Jika Anda memiliki rambut keriting, kasar, atau yang dirawat secara kimia, cuci rambut Anda lebih jarang agar tidak terlalu kering.
 
Cobalah  beri jeda waktu lebih lama di antara mencuci dan lihat bagaimana rasanya. Bahkan jika Anda berolahraga atau berkeringat setiap hari, yang terbaik adalah menjaga jadwal mencuci rambut secara teratur. Seiring bertambahnya usia, Anda tidak perlu keramas sesering mungkin karena kulit kepala Anda menghasilkan lebih sedikit minyak.
 
6. Tidak Memasang Grab Bar 
 
Puluhan ribu orang di AS jatuh dan terluka setiap tahun saat mandi atau masuk atau keluar dari bak mandi atau pancuran. Palang pegangan (grab bar) dapat membantu mencegah jatuh. Ini juga merupakan ide bagus untuk meletakkan alas nonslip di dalam bathtub dan shower.
 
7. Tidak Membersihkan Pancuran
 
Pancuran adalah rumah ideal bagi bakteri, yang suka tumbuh di dalam lubangnya yang kecil, lembab, dan gelap. Saat air mengalir, bakteri bisa memasuki udara yang Anda hirup. Ini sulit dihindari, tetapi Anda bisa menghilangkan dan membersihkan pancuran di air mendidih untuk membantu membunuh bakteri. Ini juga membantu mengalirkan air panas selama satu menit sebelum Anda mandi, dan mengalirkan air sebanyak mungkin dari pancuran ketika Anda selesai mandi.
 
8. Tidak Segera Melembabkan
 
Losion, krim, atau pelembab apa pun bekerja dengan menjebak kelembaban di kulit Anda. Waktu terbaik untuk memakainya adalah tepat setelah Anda mandi. Oleskan pelembab dalam beberapa menit setelah pengeringan.
 
9. Menggunakan Sabun Dimana Seharusnya Tidak
 
Tidak semua area tubuh Anda membutuhkan sabun untuk bisa bersih. Batasi sabun pada ketiak, pangkal paha, kaki, tangan, dan wajah, dan tetap gunakan air hangat untuk seluruh tubuh Anda. Ini akan membantu menjaga kulit Anda agar tidak terlalu kering. Menggunakan sabun pada vagina Anda dapat mengiritasi dan mengganggu keseimbangan bakteri alami, yang dapat menyebabkan vaginosis bakteri.
 
10. Menjaga Penutupan Kecil
 
Tidak perlu menjaga luka kecil tetap kering atau menutupinya untuk mandi. Jika Anda memiliki luka kecil, yang terbaik adalah melepas perban dan membersihkannya setiap hari dengan sabun dan air hangat, dan mandi adalah tempat yang tepat untuk melakukannya. Kenakan perban baru setelah Anda mengering. Dokter Anda akan memberi tahu Anda cara merawat luka yang lebih serius.
 
11. Tidak Menjalankan Kipas Kamar Mandi (exhaust)
 
Kamar mandi bisa menjadi sangat lembab selama mandi, dan seiring waktu kelembaban di udara dapat merusak kayu dan gipsum kamar mandi Anda. Itu juga mengundang jamur dan bakteri untuk tumbuh. Nyalakan kipas atau ventilasi kamar mandi setiap kali Anda mandi untuk membantu mengontrol kelembaban, dan biarkan sampai kelembaban turun setelah Anda selesai mandi.
 
12. Tidak Membersihkan Tirai Mandi
 
Tirai shower bisa menjadi tempat yang tersembunyi bagi bakteri. Bagi kebanyakan orang, buih sabun yang menumpuk hanya kotor, tetapi jika sistem kekebalan tubuh Anda terganggu, itu bisa menjadi masalah. Bersihkan atau ganti tirai shower Anda secara teratur agar tetap aman.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif