Menghela napas  sering dilakukan ketika seseorang merasa sedih, menahan marah, letih, lega. (Ilustrasi/Pexels)
Menghela napas sering dilakukan ketika seseorang merasa sedih, menahan marah, letih, lega. (Ilustrasi/Pexels)

Menghela Napas Membantu Kurangi Ketegangan

Rona psikologi
Kumara Anggita • 02 Februari 2020 16:43
Jakarta: Ketika sedang marah, beberapa teman sering meminta Anda untuk ‘menarik napas dalam-dalam’ hal ini dianggap bisa membantu meredakan emosi yang tak terkendali itu. Namun apakah ini sungguh efektif untuk dilakukan saat emosi menyerang?
 
Dilansir dari healthline, menghela napas  sering dilakukan ketika seseorang merasa sedih, menahan marah, letih, lega. Ini sering diasosiasikan dengan emosi dan komunikasi. Secara tidak langsung Anda menyampaikan pesan mengenai mood Anda pada diri Anda sendiri dan orang-orang di sekitar.
 
Menurut sebuah  sumber, rata-rata, manusia menghasilkan sekitar 12 napas spontan dalam 1 jam. Itu berarti Anda menghela nafas sekali setiap 5 menit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bila Anda menghela napas lebih banyak dari angka tersebut, ini bisa dikaitkan dengan beberapa hal khususnya ketika seseorang merasa stres, cemas atau bisa juga ada kondisi pernapasan yang tidak baik.
 
Namun, sebuah studi pada tahun 2009 menunjukan bahwa lebih banyak orang melaporkan diri menghela napas karena merasa lega daripada stres. Menghela napas bisa mengurangi ketegangan pada mereka yang sedang cemas atau stres.
 
Oleh karena itu dari sekarang bila ada emosi negatif mulai menghampiri, Anda bisa langsung menghela napas saja. Kegiatan sederhana ini akan membuat perasaan Anda jauh lebih baik.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif