Ilustrasi-AFP
Ilustrasi-AFP

Hadapi Covid-19, Swab Test atau PHBS?

Rona covid-19 Pola Hidup Bersih Sehat
Sunnaholomi Halakrispen • 13 Agustus 2020 19:22
Jakarta: Sejumlah masyarakat telah melakukan pemeriksaan covid-19 dengan swab test. Namun, sebagian masyarakat lainnya lebih memilih menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) saja, tanpa mengindahkan swab test. Mana yang lebih baik?
 
Sementara pasien asimtomatik covid-19 (pasien positif covid-19 yang tanpa gejala sakit), sulit terdeteksi jika kurangnya minat masyarakat untuk memeriksakan diri. Lalu, apakah sebenarnya seluruh masyarakat harus melakukan swab test untuk menekan angka penyebaran?
 
"Testing atau swab test bukan segala-galanya. Karena kita semua menjalankan protokol kesehatan yang baik atau PHBS itu juga wajib," ujar Direktur Utama GSI Lab dr. Nino Susanto dalam virtual press conference.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi semua ini harus berjalan sebagai suatu mata rantai yang tidak terputus. PHBS berjalan, kemudian kita mempunyai kapasitas testing yang baik, dan dengan ini semuanya akan memutus rantai penyebaran dari covid-19," tambahnya.
 
Penerapan swab test sendiri berguna untuk memperoleh sampel (bahan pemeriksaan) menggunakan alat khusus. Sementara PCR (polymerase chain reaction) merupakan metode pemeriksaan virus SARS Co-2 dengan mendeteksi DNA virus. Metode PCR, kata dr. Nino, akurat dalam mendeteksi virus penyebab penyakit covid-19.
 
"Saat ini PCR menjadi baku emas atau gold standard untuk mendiagnosis covid-19. Artinya, akurasi yang dapat dilakukan oleh PCR dalam mendeteksi covid-19 mencapai 98 persen," paparnya.
 
"Kemudian, apakah kemungkinan PCR bisa salah, terutama dengan metode yang baik, dengan dikerjakan oleh staf-staf yang berpengalaman, dan standar laboratorium yang baik, seharusnya tidak," jelasnya.
 
Ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir berlebih terkait pemeriksaan untuk mendeteksi ada atau tidaknya virus SARS-CoV-2 di dalam diri mereka. Bayangkan saja swab test berdasarkan pengertiannya, yakni usap.
 
"Artinya ada bagian di dalam rongga mulut dan hidung yang di-swab. Sebenarnya tidak sakit dan pemeriksaan itu sangat singkat, dalam lima menit. Dampaknya cukup signifikan untuk penanganan covid-19 di Indonesia," pungkasnya.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif