Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui dan lakukan jika salah satu keluarga Anda terkena DBD. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pixabay.com)
Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui dan lakukan jika salah satu keluarga Anda terkena DBD. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pixabay.com)

Menyikapi Demam Berdarah

Rona demam berdarah
Kumara Anggita • 07 Februari 2019 15:58
Jakarta: Jika salah satu anggota keluarga sudah terjangkit demam berdarah, Anda bingung untuk menghadapinya. Satu sisi Anda merasa kondisinya bisa tetap di rumah, di sisi lain Anda takut kondisinya bertambah parah.
 
Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui dan lakukan menurut dr. Gia Pratama. Demam berdarah dapat menimbulkan pendarahan baik di dalam maupun di luar tubuh. Hal inilah yang membuat penyakit ini menjadi berbahaya.
 
“Jangan sampai terjadi pendarahan. Kalau pendarahan di luar bisa dicegah tapi kalau di dalam kita enggak tahu,” tuturnya di Jakarta, Rabu, 7 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendarahan ini sesungguhnya bisa dicegah dengan merawat pasien dengan benar. Artinya, Anda tidak perlu selalu membawanya ke rumah sakit. 
 
“Untuk pasien yang sudah terjangkit demam berdarah, diperbolehkan untuk dirawat di rumah asal semua kebutuhannya terpenuhi,” tuturnya pada Medcom.id.
 
Yang perlu diperhatikan adalah minum air yang banyak dan minum obat yang telah diberikan dengan dokter.
 
Menyikapi Demam Berdarah
(Dokter Gia mengisi sebuah acara. Dok. Medcom.id/Kumara Anggita)
 
(Baca juga: Bedanya Gejala Tifus dan Demam Berdarah)
 
”Air putih misal 40 cc per kilogram berat badan terpenuhi. Lalu juga selama obat juga masih bisa diminum tidak apa-apa di rumah,” tuturnya.
 
Akan tetapi jika pasien sudah tidak bisa minum obat dan air, ini saatnya Anda pergi ke rumah sakit untuk meminta pertolongan. 
 
“Kalau sudah mual-muntah enggak bisa ngapa-ngapain. Minumnya keluar lagi (muntah) artinya, perlu diinfus,” tuturnya. 
 
Dokter Gia menganjurkan pasien untuk minum air rebusan Angkak. Berdasarkan penelitian, air ini dapat membantu penyembuhan demam berdarah.
 
“Yang baru terbukti itu Angkak. Air rebusannya mancing pembuatan dari trombosit,” tuturnya. 
 
Namun selain air rebusan Angkak, pasien juga harus memperhatikan kebutuhan air dan makan. 
 
“Bahan baku trombosit kan protein. Tapi kalau bahan bakunya enggak ada, kalau enggak mau makan enggak mau minum ya enggak kebentuk juga trombositnya,” lanjutnya. 
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif