GO yang merupakan salah satu Infeksi Menular Seksual (IMS) yang berbahaya ini jika tidak diobati maka akan meningkatkan berbagai macam risiko, antara lain risiko kemandulan serta infeksi janin. (Ilustrasi/Pexels)
GO yang merupakan salah satu Infeksi Menular Seksual (IMS) yang berbahaya ini jika tidak diobati maka akan meningkatkan berbagai macam risiko, antara lain risiko kemandulan serta infeksi janin. (Ilustrasi/Pexels)

Perbedaan Gejala Gonore pada Pria dan Wanita

Rona kesehatan
Raka Lestari • 05 Agustus 2020 14:02
Jakarta: Gonore (GO) yang pada pengertian awam sering diistilahkan dengan ‘pilek pada alat kelamin’ dapat disembuhkan jika segera diobati. GO yang merupakan salah satu Infeksi Menular Seksual (IMS) yang berbahaya ini jika tidak diobati maka akan meningkatkan berbagai macam risiko, antara lain risiko kemandulan serta infeksi janin.
 
“Kurangnya data pelaporan resmi di Indonesia akibat survei yang kurang menyeluruh dan periodik menyebabkan tidak tersedianya data akurat untuk prevalensi GO di Indonesia. Tetapi menurut data terakhir dari WHO, pada tahun 2018 terdapat 98 juta kasus baru gonore,” ujar dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, CEO Klinik Pramudia dalam Virtual Media Briefing “Mungkinkah Gonore Bisa Sembuh?”, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
“Faktor risiko GO yaitu mereka yang berusia produktif (15-49 tahun) memiliki perilaku seksual aktif yang tidak aman, mengobati diri sendiri dengan membeli obat yang tanpa anjuran dokter, sehingga mengalami masa inkubasi yang pendek,” tambah dr. Anthony. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kesadaran masyarakat tekait penyakit ini sampai saat ini masih rendah. Hal ini terjadi karena masih sulitnya mengidentifikasi gejalanya. Biasanya, gejala tidak bisa langsung terlihat saat pertama kali terinfeksi. Gejala biasanya muncul sekitar 10-20 hari setelah infeksi.
 
“Terdapat perbedaan gejala klinis pada infeksi GO antara pria (simptomatik) dengan wanita (asimptomatik). Pada pria, biasanya ditemukan gejala duh/secret yang keluar dari lubang genital dan rasa nyeri saat berkemih. Sedangkan pada wanita hampir semua bersifat tanpa gejala (asimptomatik), kecuali pada infeksi yang sangat berat atau lanjut,” ujar dr. Anthony. 

Gejala pada Laki-laki 

Gejala yang paling umum dan paling pertama dikenali adalah rasa panas atau terbakar ketika buang air kecil. Setelah itu akan diikuti oleh gejala lainnya berupa: 
 
- Frekuensi buang air kecil yang cukup sering 
- Keluarnya nanah dari penis (tetesan cairan) berwarna putih, kuning, krem atau kehijau-hijauan) 
- Bengkak dan kemerahan pada bukaan atau kulup penis 
- Bengkak atau nyeri pada testis 
- Sakit tenggorokan yang datang terus-menerus 

Gejala pada Perempuan

Gejala penyakit seksual menular pada perempuan ini awalnya tidak terbentuk dengan jelas, seperti infeksi jamur vagina pada umumnya, sehingga beberapa perempuan salah menebak infeksi yang diidapnya. Berikut ini adalah beberapa gejala yang muncul pada perempuan: 
 
- Keluar cairan dari vagina (berair, menyerupai krim, sedikit kehijauan) 
- Ketika buang air kecil, adanya sensasi nyeri dan rasa panas 
- Frekuensi buang air kecil yang cukup sering 
- Munculnya bercak darah atau perdarahan saat tidak sedang menstruasi 
- Rasa nyeri ketika melakukan hubungan seksual 
- Rasa nyeri juga dirasakan pada perut bagian bawah atau nyeri panggul 
- Bengkak pada vulva 
- Rasa terbakar atau panas di tenggorokan (ketika sudah melakukan oral seks) 
- Demam 
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif