Ilustrasi-Freepik
Ilustrasi-Freepik

Pengobatan untuk Pasien dengan Kadar Natrium Rendah

Rona kesehatan
Sunnaholomi Halakrispen • 12 Agustus 2020 18:07
Jakarta: Ketika kadar natrium dalam darah terlalu rendah, maka akan terjadi hiponatremia. Bahayanya, kejang, koma, hingga menjurus kematian. Maka sebelum kondisi memburuk, perlu dilakukan tindakan pengobatan yang tepat.
 
Dikutip dari Medical News Today, perawatan untuk hiponatremia ialah dengan mengembalikan kadar natrium darah. Mereka yang mengalami hiponatremia ringan hingga sedang akibat faktor gaya hidup atau pengobatan, mungkin dapat meningkatkan natrium ke tingkat normal dengan sejumlah langkah.
 
Pertama, minum lebih sedikit cairan (sering kali kurang dari 1 liter per hari). Kemudian menyesuaikan dosis obat atau mengganti obat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, orang dengan gejala parah seringkali memerlukan rawat inap dan perawatan natrium intravena (IV) untuk mengembalikan kadar natrium mereka ke normal. Mereka mungkin juga memerlukan obat untuk mengobati kejang atau gejala hiponatremia lainnya.
 
Kemudian, mengobati penyebab yang mendasari. Jika penyebab utama hiponatremia adalah kondisi medis atau gangguan hormonal, orang biasanya memerlukan pengobatan lebih lanjut.
 
Misalnya, orang dengan masalah hati, ginjal, atau jantung dapat menerima pengobatan atau operasi. Masalah ginjal seringkali memerlukan dialisis, dan orang dengan kondisi hati atau jantung mungkin memerlukan transplantasi.
 
Orang dengan gangguan tiroid biasanya dapat mengelola gejala mereka dan mencegah hiponatremia, serta komplikasi lain dengan pengobatan atau perubahan gaya hidup.
 
Sementara itu, orang dengan sindrom sekresi ADH yang tidak tepat. SIADH biasanya membutuhkan pengobatan berkelanjutan untuk mencegah hiponatremia. Orang dengan kondisi ini mungkin perlu membatasi asupan cairan, mengonsumsi tablet garam, atau menggunakan obat-obatan.
 
Di sisi lain, bisa dilakukan sejumlah upaya untuk menghindari kadar natrium darah rendah. Pertama, hindari minum air dalam jumlah berlebihan.
 
Lalu, konsumsi minuman olahraga selama latihan intens, jangan mengonsumsi ekstasi, serta mencari pengobatan tepat untuk kondisi medis. Diskusikan juga penggunaan obat dengan dokter dan mencari perawatan medis jika muntah atau diare terus berlanjut.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif