Lebih Baik Olahraga Malam atau Pagi Hari? (Foto: shutterstock)
Lebih Baik Olahraga Malam atau Pagi Hari? (Foto: shutterstock)

Lebih Baik Olahraga Malam atau Pagi Hari?

Rona olahraga
Dhaifurrakhman Abas • 01 Juni 2019 18:44
Jakarta: Manakah yang lebih baik, berolahraga di malam hari atau pagi hari? Ya, barangkali ini merupakan satu pertanyaan yang terus menyulut perdebatan bagi pencinta kebugaran.
 
Apalagi beberapa studi mengatakan, pemilihan waktu cukup penting untuk mendapatkan hasil olahraga yang optimal. Lantas seperti apa penjelasannya?
 
"Manfaat berolahraga berdasarkan waktu Ini sangat tergantung pada setiap individu. Karena itu tidak semua orang bisa merasakan manfaat yang sama," kata pelatih kebugaran, Ankit Maheshwari, seperti dikutip Times of India.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Ankit, manfaat dari olahraga berdasarkan waktu bisa berbeda pada tiap orang. Katanya, ada orang yang mungkin merasa lebih segar berolaharaga di pagi hari, sebaliknya, ada yang mengaku lebih bugar usai berolahraga di waktu yang lain.
 
"Aktor Mark Wahlberg, yang menyukai kebugaran pukul 04.00 pagi telah memulai klub #4 di Instagram. Nah, Anda mungkin merasa sulit untuk melakukan hal serupa, bukan," ujarnya.
 
Meski begitu, kata Ankit, ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam memilih waktu berolaghraga, baik di pagi hari maupun malam. Kelebihan dan kekurangan ini tidak hanya dilihat dari sisi kesehatan saja, namun juga sisi lain seperti sosial dan keamanan.
 
Manfaat olahraga pagi
 
Berolahraga di pagi hari disebut-sebut mampu meningkatkan produktivitas Anda. Selain itu, kegiatan ini juga membuat pikiran lebih tajam yang dapat dirasakan selama satu hari penuh.
 
Hal serupa diungkapkan seorang pelatih kebugaran, Rishabh Sheth. Menurutnya, stamina dan kekuatan tubuh seseorang akan meningkat ketika berolahraga di pagi hari.
 
“Biasanya orang akan mulai capai setelah pukul tiga sore. Tapi olahraga di pagi hari dua mempercepat metabolism, dan membuat Anda terus merasa berenergi," ujarnya.
 
Selain itu, berolahraga pada pagi hari mampu meningkatkan produksi hormon endorphin. Seperti diketahui, endorfin bertindak mengangkat suasana hati menjadi lebih bahagia. Mereka membantu melawan perasaan cemas dan depresi.
 
“Jadi, berolahraga di pagi hari dapat membuat Anda merasa optimis selama sisa hari itu,” ujarnya.
 
Selain itu, menurut sebuah studi yang diterbitkan US National Library of Medicine melihat bagaimana olahraga mempengaruhi tidur seseorang. Ditemukan bahwa berolahraga di pagi hari menyebabkan penurunan yang lebih besar pada tekanan darah saat sore dan malam hari.
 
“Dengan demikian, mereka yang berolahraga di pagi hari mengalami siklus tidur yang lebih baik dan lebih dalam,” beber dia.
 
Meski begitu, menurut ahli pengobatan internal, Dr Abhay Vispute, MD, mengatakan
berolahraga di pagi hari bisa menimbulkan bahaya bagi beberapa penderita hipertensi dan diabetes. Sebabnya, olahraga bikin kadar gula seeorang menjadi rendah.
 
“Untuk itu, mereka yang menderita diabetes, perlu makan sebelum berolahraga untuk menghindari risiko hipoglikemia (kondisi yang disebabkan oleh kadar glukosa darah yang rendah). Mereka dapat memiliki gandum atau buah,” ujar Abhay.
 
Manfaat olahraga malam
 
Sementara itu, banyak ahli yang berpandangan bahwa olahraga malam lebih baik ketimbang di waktu lainnya. Kata ahli kebugaran Satish Ved, misalnya, Dia bilang, waktu malam justru membuat orang bisa lebih leluasa mengoptimalkan bentuk latihan.
 
“Banyak orang beraslasan bahwa mereka tidak punay banyak waktu berolahraga di pagi hari, entah itu karena ketiduran, atau pekerjaan. Jadi, beralihlah ke slot malam, daripada melewatkan olahraga teratur sepenuhnya,” ujarnya.
 
Dia juga bilang, olahraga malam hari cocok untuk menangkal stress yang dialami ketika bekerja, Sebabnya, berkeringat membantu menghilangkan stres, mengatasi kecemasan dan memungkinkan pemikiran yang lebih jernih.
 
“Karena olahraga mengurangi kadar hormon stres tubuh kortisol. Saya menemukan bahwa setiap kali saya pergi ke gym setelah hari yang panjang, saya akhirnya merasa lebih tenang," ungkap dia.
 
Meski begitu, ada beberapa risiko bagi Anda yang berolahraga di malam hari. Misalnya, waktu malam biasanya temperature udara menjadi lebih dingin. Berikut suasana yang mulai gelap mungkin akan lebih berisiko terhadap keamanan Anda saat berolahraga di ruang publik.
 
“Solusinya, mungkin bisa beralih ke latihan cardio gym,” katanya.
 
Selain itu, ahli olahraga Jivesh Shetty menyebutkan bahwa olahraga malam hari meningkatkan suhu tubuh, detak jantung, dan melepaskan epinefrin. Hal ini membuat tubuh sulit mendapat rasa kantuk usai berolahraga.
 
“Bagi sebagian orang, sulit untuk tidur setelah itu, sehingga mereka juga rentan telat datang ke kantor karena baru mulai ngantuk ketika tengah malam” tandasnya.
 

 
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif