Berikut jenis-jenis diet yang populer bagi mereka generasi milenial. (Foto: Pexels.com)
Berikut jenis-jenis diet yang populer bagi mereka generasi milenial. (Foto: Pexels.com)

Jenis-jenis Diet untuk Milenial

Rona kesehatan diet
Kumara Anggita • 03 Juni 2019 12:58
Ada 15 jenis diet yang bisa Anda coba. Beberapa diantaranya telah populer di kalangan milenial yaitu, diet kalori, diet low carbo, diet atkins, WW diet, dan masih banyak lagi yang lainnya. Salah satu diet seperti WW diet, program dietnya bekerja dengan menerjemahkan kalori, gula, protein, dan lemak jenuh ke dalam sistem poin yang mendorong pelaku diet untuk memilih makanan yang lebih bergizi.
 

 
Jakarta: Orang zaman sekarang menjadikan makanan sebagai pelarian dari rutinitas yang tidak menyenangkan sehingga banyak dari mereka yang berat badannya berlebihan. Sementara, tubuh berbentuk ideal menjadi keinginan mereka pula.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk mempertemukan kedua hal ini, tak sedikit orang yang jadi frustasi. Alhasil mereka melakukan diet-diet tanpa aturan yang justru membahayakan tubuh. Karena itu, coba kenali beberapa diet yang saat ini sedang populer di kalangan milenial.
 
Mungkin Anda sedang menjalaninya atau mungkin ingin mencobanya. Berikut jenis-jenis diet yang dilansir dari bussines insider serta risikonya.

1. Diet low carbo

Diet karbo dalam arti mengurangi asupan karbo merupakan diet paling populer. Namun, penelitian menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat dapat menyebabkan kematian dini jika dilakukan dalam  jangka waktu yang lama.
 
Sebuah studi tahun 2018 mengamati lebih dari 24.800 orang dewasa di Amerika dan menemukan bahwa orang yang membatasi asupan karbohidrat mereka memiliki risiko meninggal 32 persen lebih tinggi daripada mereka yang makan karbohidrat berlebih. Studi ini dipresentasikan pada Kongres Masyarakat Kardiologi Eropa 2018.

2. Diet kalori

Diet rendah kalori adalah diet terpopuler kedua. Studi terbaru menemukan bahwa makan lebih sedikit kalori dapat membantu orang hidup lebih lama. Orang yang mengurangi jumlah makanan yang mereka makan sebanyak sepertiga atau setengahnya dapat memiliki lebih banyak energi dan mengalami lebih sedikit penyakit.
 
Selain itu, sebuah penelitian kecil pada 34 orang Amerika yang mengurangi makanan sebanyak 15 persen dalam jangka waktu dua tahun, menemukan bahwa tubuh partisipan tersebut lebih lama menua dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mengubah kebiasaan makan mereka.

3. Diet ketogenik

Diet ini dengan pendekatan tinggi lemak, rendah karbohidrat. Orang-orang yang melakukan diet mengonsumsi lemak dan protein dalam jumlah sedikit. Tak hanya itu, mereka mengurangi asupan gula dan membatasi karbohidrat.
 
Diet keto dapat memiliki konsekuensi negatif djika dijalankan dalam jangka panjang karena pada dasarnya mengharuskan peserta untuk menghilangkan banyak buah dan sayuran. Makan kurang dari 50 gram karbohidrat sehari dalam diet keto sama dengan tidak mendapat karbohidrat lebih dari dua apel.
 
Selain itu, ada beberapa bukti bahwa diet semacam ini dapat menyebabkan orang menjadi kurang toleran terhadap glukosa dan mengembangkan potensi diabetes.

4. Diet atkins

Diet ini membatasi asupan karbohidrat peserta hingga 20 hingga 25 gram per hari dalam fase awal. Nantinya, peserta dapat mengonsumsi 80 hingga 100 gram sehari. Ini bisa dibawa ke jangka panjang karena memungkinkan peserta untuk memasukkan kembali karbohidrat ke dalam diet mereka setelah beberapa waktu.

5. WW diet

Perusahaan kesehatan dan kebugaran WW, yang sebelumnya dikenal sebagai Weight Watchers, dapat membantu orang fokus pada kalori, gula, dan lemak. Program ini bekerja dengan menerjemahkan kalori, gula, protein, dan lemak jenuh ke dalam sistem poin yang mendorong pelaku diet untuk memilih makanan yang lebih bergizi.
 
WW lebih ke jenis diet fleksibel daripada pembatasan. Peserta bertemu setiap minggu dengan pelatih mereka.
 
Jenis-jenis Diet untuk Milenial
(Pada diet kalori studi terbaru menemukan bahwa makan lebih sedikit kalori dapat membantu orang hidup lebih lama. Orang yang mengurangi jumlah makanan yang mereka makan sebanyak sepertiga atau setengahnya dapat memiliki lebih banyak energi dan mengalami lebih sedikit penyakit. Foto: Pexels.com)

6. Diet rendah lemak

Diet ini caranya mengonsumsi protein tanpa lemak, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian sambil menghindari produk susu dan daging penuh lemak. Mengonsumsi makanan rendah lemak belum tentu lebih sehat.
 
Pada Oktober 2015, sebuah penelitian terhadap lebih dari 68.000 orang menemukan bahwa orang yang diet rendah lemak tidak lebih banyak kehilangan berat badan daripada orang yang melakukan diet lainnya.

7. Vegetarian

Ini artinya Anda tidak makan daging dan ikan. Menurut pengamatan, rata-rata, vegetarian memiliki berat lebih kecil dibandingkan orang yang makan daging. Untuk mendapatkan nutrisi yang cukup sebagai vegetarian, Anda bisa makan biji-bijian, kacang-kacangan, dan susu.
 
Menjadi vegetarian dapat memberikan manfaat kesehatan secara signifikan. Penelitian telah mengaitkan menjadi vegetarian membuat kemungkinan kanker dan penyakit jantung yang lebih rendah.

8. Vegan

Vegan tidak memakan apa pun yang berasal dari hewan seperti daging, ikan, atau produk susu. Ini menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung. Vegan juga cenderung tidak memiliki tekanan darah tinggi atau diabetes tipe dua.

9. Makan daging

Daging adalah sumber protein yang padat, tetapi makan terlalu banyak bisa berbahaya. Sejumlah penelitian telah mengaitkan daging olahan dengan kanker dan penyakit jantung.
 
Pada 2015, misalnya World Health Organization mengatakan makan daging olahan dapat menyebabkan kanker usus. WHO juga mengatakan segala jenis daging merah dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

10. Puasa 5:2

Diet ini adalah bentuk puasa intermiten. Peserta makan secara normal selama lima hari seminggu dan secara drastis menurunkan asupan kalori mereka selama dua hari lainnya.
 
Dalam waktu enam bulan, sebuah studi kecil menemukan bahwa perempuan kehilangan berat badan seperti yang mereka lakukan pada diet tujuh hari yang membatasi kalori. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa diet ini juga dapat membantu memperpanjang hidup dan mengurangi risiko kanker.
 
Jenis-jenis Diet untuk Milenial
(Pada diet Atkins Anda membatasi asupan karbohidrat peserta hingga 20 hingga 25 gram per hari dalam fase awal. Nantinya, peserta dapat mengonsumsi 80 hingga 100 gram sehari. Foto: Pexels.com)

11. Bebas gluten

Jika Anda memiliki penyakit Celiac maka menghilangkan gluten dari diet Anda dapat menyelamatkan hidup Anda. Namun untuk orang umum dokter mengatakan diet ini tidaklah sehat.
 
Peter Green, direktur Pusat Penyakit Celiac di Universitas Columbia menyatakan bahwa ini meningkatkan kadar logam berat seperti arsenik, timbal, dan merkuri. Ini karena konsumsi beras dalam jumlah besar tampaknya menyerap logam-logam ini. Green mengatakan siapa pun yang melakukan diet bebas gluten harus mencari bimbingan ahli gizi.

12. Diet paleo

Diet Paleo menghilangkan biji-bijian dan ternak yang dibudidayakan. Sebuah penelitian kecil menemukan bahwa partisipan diet paleo menurunkan berat badan dan mungkin telah menurunkan risiko penyakit jantung. Perlu diingat bahwa jika Anda memotong kelompok makanan utama seperti susu dan biji-bijian, Anda bisa kehilangan nutrisi penting.

13. Diet 30 hari

Diet ini sangat ketat. Selama 30 hari berturut-turut, peserta tidak mengonsumsi biji-bijian, susu, gula, alkohol, kacang-kacangan, kedelai, atau makanan olahan. Tidak dapat dipastikan ini baik dilakukan dalam jangka panjang.

14. Diet South Beach

Inia adalah program tiga fase yang berfokus pada makanan utuh. Dirancang oleh ahli jantung Arthur Agatston pada tahun 2003, diet South Beach mengharuskan peserta untuk memotong semua karbohidrat, buah-buahan, dan alkohol pada fase pertama.
 
Melakukan diet South Beach bisa membuat Anda kurang nutrisi. Beberapa peserta telah melaporkan ketoasidosis, yang dapat menyebabkan pusing, kelelahan, susah tidur, sembelit, dan mual.

15. Diet Mediterania

Studi terbaru menunjukkan ini mungkin pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh dan otak. Diet Mediterania menekankan lemak, sayuran, dan protein yang sehat sambil menurunkan jumlah makanan olahan. Sebuah studi yang diterbitkan pada Mei 2018 menyarankan diet Mediterania juga bisa membantu mengurangi gejala depresi. Itulah diet-diet yang biasa diterapkan. Pertimbangkan yang mana yang paling cocok dan sehat untuk tubuh Anda.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif