Pengaruh cahaya biru pada tidur, otak, dan bangun mungkin tidak sesederhana dari yang selama ini diduga. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Pengaruh cahaya biru pada tidur, otak, dan bangun mungkin tidak sesederhana dari yang selama ini diduga. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Hubungan antara Cahaya Biru dengan Pola Tidur

Rona kesehatan
Raka Lestari • 28 Januari 2020 12:15
Jakarta: Bermain ponsel sebelum tertidur memang sangat menggoda dan terasa nyaman, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa blue light atau cahaya biru yang terdapat pada alat elektronik dapat mengganggu pola tidur Anda.
 
Namun penelitian terbaru justru menemukan bahwa cahaya biru tersebut memiliki dampak positif. Dan berikut ini adalah beberapa manfaat positif yang mungkin terdapat pada cahaya biru dari barang-barang elektronik:

Produksi melatonin

Ada banyak bukti bahwa paparan cahaya biru memengaruhi produksi melatonin otak. Melatonin adalah hormon yang mengatur reaksi tidur tubuh. "Ini seperti kunci yang menyalakan mesin untuk tidur," kata Dr Michael Breus Ph.D, seorang sleep expert. Melatonin tidak membuat kita tidur dan sebaliknya, itu seperti sinyal ke otak untuk memulai proses memasuki kondisi mengantuk.

Tidak perlu khawatir berlebihan terhadap cahaya biru 

Para peneliti menyebutkan bahwa selama ini cahaya biru secara khusus dapat mengubah kadar melatonin di otak. Dr Breus menjelaskan bahwa cahaya biru memang dapat memengaruhi protein tertentu di mata, yang dikenal dengan sel melanopsin untuk mengirim pesan ke otak agar memproduksi melatonin. Namun sebenarnya proses tersebut lebih rumit dari yang selama ini dikira banyak orang.

Hubungan antara cahaya biru dengan fokus 

Dikutip dari Bustle, menurut penelitian dua studi yang dipublikasikan pada tahun 2019 menemukan bahwa paparan cahaya biru di pagi hari membantu orang merasa lebih terjaga dan fokus, dan meningkatkan kinerja kognitif. 
 
Dengan mendapatkan paparan cahaya biru setengah jam juga sudah cukup menghasilkan efek signifikan pada beberapa orang yang diteliti. Kemungkinan ini ada hubungannya dengan jam tubuh internal kita dan sinyal yang mereka terima dari cahaya, yaitu kecerahan cahaya mungkin telah mendorong otak untuk menyesuaikan kewaspadaannya.

Cahaya biru dapat membantu perbaikan cedera otak ringan 

Berdasarkan studi pada tahun 2020 yang diterbitkan dalam Neurobiology of Disease, menemukan bahwa orang dengan cedera otak traumatis ringan yang terpapar dengan panjang gelombang cahaya biru di pagi hari menunjukkan pemrosesan otak yang lebih baik, dan juga menunjukkan pertumbuhan volume area otak yang disebut inti pulvinar, yang bertanggung jawab untuk perhatian visual.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengaruh cahaya biru pada tidur, otak, dan bangun mungkin tidak sesederhana dari yang selama ini diduga. Menghentikan paparan cahaya biru merupakan cara terbaik untuk membantu Anda tertidur. Dan sebaiknya Anda tak berlebihan menggunakan alat-alat elektronik.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif