Penting untuk melindungi wanita hamil dan bayi baru lahir dari infeksi. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Penting untuk melindungi wanita hamil dan bayi baru lahir dari infeksi. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Bayi Baru Lahir Terinfeksi Covid-19 di Tiongkok Mengalami Gejala Ringan

Rona penelitian tiongkok covid-19
Timi Trieska Dara • 16 April 2020 15:54
Jakarta: Para peneliti telah mengidentifikasi total empat kasus bayi baru lahir dengan infeksi covid-19 di Tiongkok. Dalam semua kasus bayi hanya mengalami gejala ringan tanpa memerlukan perawatan intensif atau ventilasi mekanis.
 
Hal itu menurut penelitian yang diterbitkan dalam European Respiratory Journal, pada 9 April 2020 lalu.
 
Penelitian ini dilakukan oleh Dr Zhi-Jiang Zhang dan rekan-rekannya di Universitas Wuhan di Tiongkok. Tim melaporkan bahwa keempat bayi lahir dari ibu dengan covid-19 dan semuanya dilahirkan melalui operasi caesar. Tiga bayi dipisahkan dari ibu mereka saat lahir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para peneliti mengatakan penyebaran infeksi yang cepat dapat berarti ada kasus lain bayi baru lahir dengan covid-19 yang tidak dapat dilacak.
 
"Covid-19 sangat menular dan penelitian kami menunjukkan bahwa penularan intrauterin tidak dapat disingkirkan, tetapi prognosisnya baik untuk wanita hamil dan bayi yang baru lahir," kata Dr Zhang.
 
Profesor Tobias Welte adalah pakar infeksi dari European Respiratory Society dan merupakan koordinator untuk gugus tugas nasional covid-19 Jerman dan tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan, "Penting untuk melindungi wanita hamil dan bayi baru lahir dari infeksi," katanya.
 
"Penting juga bahwa kasus covid-19 pada bayi baru lahir diambil, dipantau dan dirawat dengan cepat dan hati-hati. Pada tahap ini kita masih tidak tahu apakah ada setiap konsekuensi jangka panjang dari infeksi," kata Profesor Tobias Welte.

Ratakan coronavirus

Apa artinya meratakan kurva ketika kita berbicara tentang coronavirus?

1. Untuk membatasi gejala virus sebelum kita terlalu sakit.
2. Untuk membatasi laju penyebaran infeksi.
3. Untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan vaksin.
 
(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif