Minyak Kelapa, Sumber Lemak Menyehatkan atau Tidak?
Apakah minyak kelapa baik untuk kesehatan? Klaim bahwa minyak kelapa baik untuk kesehatan membutuhkan serangkaian pengujian ilmiah. (Foto: Pixabay.com)
Jakarta: Tingkat konsumsi minyak kelapa dalam beberapa tahun belakangan cukup meningkat. Sebab, minyak kelapa dianggap bermanfaat untuk kesehatan. 

Namun, klaim bahwa minyak kelapa baik untuk kesehatan membutuhkan serangkaian pengujian ilmiah. Jangan sampai, lemak jenuh pada minyak kelapa justru menaikan kolesterol jahat dalam darah (Low Density Lipoprotein/LDL) yang sangat berkaitan dengan risiko penyakit jantung.

Guna melihat apakah minyak kelapa mengandung lemak jenuh yang dapat berpengaruh terhadap LDL atau sebaliknya, meningkatkan kolesterol baik (High Density Lipoprotein/HDL) Trust Me I'm a Doctor (BBC 2) melakukan pengujian sederhana untuk melihat efek lemak jenuh minyak kelapa terhadap tubuh.


Tim Trust Me mengajak akademisi terkemuka Cambridge, Prof Kay-Tee Khaw dan Prof Nita Forouhi dalam pengujian tersebut. 


(Apakah minyak kelapa baik untuk kesehatan? Klaim bahwa minyak kelapa baik untuk kesehatan membutuhkan serangkaian pengujian ilmiah. Foto: Pixabay.com)

Tim Trust Me pun merekrut 94 sukarelawan berusia 50-75 tahun tanpa riwayat diabetes atau penyakit jantung. Tim pun membagi relawan kedalam tiga kelompok berbeda dan meminta mengkonsumsi minyak kelapa, minyak zaitun dan mentega.

Masing-masing kelompok pun diminta mengonsumsi minyak yang sudah ditentukan sebanyak 50 gram sehari selama empat minggu. Tim pun membebaskan peserta untuk mengkonsumsi dengan berbagai cara yang mereka suka.

Tak lupa juga, peneliti mengingatkan bahwa karena peserta akan mengonsumsi 450 kalori ekstra dalam sehari, ada kemungkinan peserta mengalami kenaikan berat badan.

Selain itu, tim Trust Me juga mengambil sampel darah seluruh peserta. Hal itu dilakukan untuk melihat efek setiap jenis minyak terhadap LDL dan HDL peserta.

(Baca juga: Minyak Kelapa Juga Bisa Obati Infeksi Jamur)  

Setelah mengonsumsi sesuai waktu yang ditentukan, respons masing-masing minyak terhadap tingkat LDL atau HDL tidak sama. Peserta yang mengonsumsi mentega mengalami kenaikan LDL mereka sekitar 10 persen. Selain itu tingkat HDL mereka juga meningkat 5 persen.

Sementara itu, kadar LDL peserta yang mengonsumsi minyak zaitun mengalami penurunan, tapi tidak cukup signifikan. Sementara itu, HDL juga mengalami kenaikan hingga 5 persen. 


(Tingkat konsumsi minyak kelapa dalam beberapa tahun belakangan cukup meningkat. Foto: Pixabay.com)

Kejutan besar terlihat pada minyak kelapa. Bukan kenaikan LDL yang ditemukan, peneliti justru disajikan data bahwa HDL peserta yang mengonsumsi minyak kelapa justru meningkat hingga 15 peresen. 

"Mungkin karena lemak jenuh utama dalam minyak kelapa adalah asam laurat dan asam laurat mungkin memiliki dampak biologis berbeda pada lipid darah terhadap asam lemak lainnya. Bukti untuk itu terutama berasal dari hewan, jadi sangat menarik untuk melihat efek ini secara gratis," kata Prof Khaw

Namun, Prof Kaw mengatakan bahwa hasil tes ini tidak bisa langsung dijadikan landasan bahwa minyak kelapa merupakan sumber lemak yang sehat. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat seberapa besar efek minyak kelapa terhadap kesehatan.

"Saya pikir keputusan untuk makan minyak tertentu bergantung lebih dari sekedar efek kesehatan. Ini hanya satu studi dan tidak bertanggung jawab untuk menyarankan perubahan saran diet berdasarkan satu studi, betapapun dilakukan dengan baik," ujar Prof Kaw.












(TIN)