Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. (Foto: Pexels.com)
Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. (Foto: Pexels.com)

Hal Awal yang Perlu Diperhatikan dari Hemofilia

Rona Hemofilia
Sunnaholomi Halakrispen • 05 April 2019 12:25
Hemofilia yang merupakan salah satu penyakit tidak menular masih menjadi salah satu tugas besar di Indonesia, terutama bagi para petugas kesehatan. Berdasarkan data, ada sekitar 26.607.900 pengidap hemofilia yang harus dicari. 
 

 
Jakarta:
Setelah mengetahui bahwa Anda mengidap penyakit hemofilia, Anda mungkin melakukan riset tentang hal awal yang perlu diperhatikan. Itu dilakukan sebagai upaya penanganan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dr. H. M. Subuh, MPPM selaku Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan yang mewakili kehadiran Menteri Kesehatan RI Prof Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp. M (K), dalam acara Press Conference Peluncuran Aplikasi “Hemofilia Indonesia” Registrasi Nasional Berbasis Android di Hotel Borobur Jakarta, Kamis, 4 April 2019 menyampaikan ada tiga langkah yang bisa dilakukan. 
 
Ketiganya merupakan program pengendalian penyakit.
 
"Pertama, how to detect. Jadi bagaimana kita melakukan deteksi-deteksi dini. Kemudian mengarah kepada to diagnose tentunya perlu melakukan upaya yang lebih besar lagi," ujar dr. Subuh.
 
Deteksi merupakan suatu hal yang sangat utama untuk menentukan penanganan selanjutnya. Sementara itu, langkah kedua adalah untuk me-manage provilaksisnya, kemudian bagaimana pengendalian keuangan dan lainnya.
 
"Kemudian yang ketiga adalah how to response terhadap kejadian-kejadian yang ada," tuturnya.
 
(Baca juga: Waspada Penyakit Hemofilia, Ketahui Tanda-tandanya)
 
Hal Awal yang Perlu Diperhatikan dari Hemofilia
(Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala minimal enam bulan sekali untuk melihat kondisi tubuh Anda. Foto: Pexels.com)
 
Masyarakat diimbau untuk melakukan ketiga langkah tersebut. Apabila diterapkan, progres penanganan penyakit bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Begitu pula terkait penyakit hemofilia.
 
Hemofilia yang merupakan salah satu penyakit tidak menular masih menjadi salah satu tugas besar di Indonesia, terutama bagi para petugas kesehatan. Pasalnya, berdasarkan data, ada sekitar 26.607.900 pengidap hemofilia yang harus dicari. 
 
Pelayanan kesehatan memang merupakan hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Tetapi, kata dr. Subuh, ada sisi semi public private, ada unsur keterlibatan masyarakan dengan pemerintah.
 
"Ini perlu effort yang besar dan bersama-sama. Bukan hanya peran pemerintah. Organisasi provinsi hingga elemen masyarakat juga memiliki andil untuk memerhatikan isu ini," imbuhnya.
 
Sementara itu, dr. Subuh mengingatkan agar masyarakat tetap melakukan gerakan masyarakat sehat (Germas). Gerakan yang dicanangkan pemerintah untuk melakukan upaya hidup bersih dan sehat melalui makanan sehat, seperti mengonsumsi buah-buahan. 
 
Kemudian, tidak minum dalam plastik. Lalu, melakukan aktivitas olahraga secara teratur, setengah jam sehari dan minimal lima kali dalam seminggu. Hal yang paling perlu diingat ialah melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala minimal enam bulan sekali.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif