NEWSTICKER
Covid-19 juga dapat menyebar melalui percikan yang keluar dari hidung dan mulut seseorang yang terinfeksi covid-19 saat mereka batuk atau bersin. (Ilustrasi/Pexels)
Covid-19 juga dapat menyebar melalui percikan yang keluar dari hidung dan mulut seseorang yang terinfeksi covid-19 saat mereka batuk atau bersin. (Ilustrasi/Pexels)

Berapa Lama Covid-19 Bertahan di Permukaan Benda?

Rona virus corona covid-19
Raka Lestari • 21 Maret 2020 10:02
Jakarta: Seiring dengan peningkatan kasus covid-19 di Indonesia, tentu banyak orang yang khawatir menyentuh berbagai permukaan benda yang belum terjamin kebersihannya. Mengingat penyebaran virus ini juga masih belum bisa dipastikan.
 
Dikutip dari BBC, seperti kebanyakan virus pernapasan lainnya termasuk flu, covid-19 juga dapat menyebar melalui percikan yang keluar dari hidung dan mulut seseorang yang terinfeksi covid-19 saat mereka batuk atau bersin. Dalam satu kali batuk, dapat menghasilkan hingga 3.000 tetesan (droplets). Partikel-partikel ini dapat mendarat pada orang lain, pakaian dan permukaan di sekitar mereka, tetapi beberapa partikel yang lebih kecil dapat tetap berada di udara.
 
Ada juga beberapa bukti menyebutkan bahwa virus ini juga bertahan lama di kotoran manusia. Sehingga siapa pun yang tidak mencuci tangan secara menyeluruh setelah mengunjungi toilet dapat mencemari apa pun yang mereka sentuh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyentuh permukaan atau objek yang terdapat virus dan kemudian menyentuh wajah bukan cara utama dalam penyebaran virus. Meski begitu, CDC, WHO, dan otoritas kesehatan lainnya telah menekankan bahwa mencuci tangan dan membersihkan serta mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh setiap hari adalah kunci dalam mencegah penyebaran covid-19.
 
Neeltje van Doremalen, seorang ahli virus di US National Institutes of Health (NIH), dan rekan-rekannya di Rocky Mountain Laboratories di Hamilton, Montana, telah melakukan beberapa tes pertama tentang berapa lama SARS-CoV-2 dapat bertahan di permukaan benda-benda yang berbeda.
 
Studi mereka, yang telah diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, menunjukkan bahwa virus itu dapat bertahan melalui droplets hingga tiga jam setelah seseorang batuk dan memercikkan droplets tersebut ke udara. Tetesan halus berukuran antara 1-5 dapat tetap mengudara selama beberapa jam di udara.
 
Ini berarti bahwa virus yang bersirkulasi dalam udara tanpa filter hanya akan bertahan paling lama selama dua jam, terutama karena tetesan aerosol cenderung mengendap pada permukaan lebih cepat di udara yang terganggu.
 
Tetapi studi NIH menemukan bahwa virus SARS-CoV-2 bertahan lebih lama di atas kardus  (hingga 24 jam) dan hingga 2-3 hari pada permukaan plastik dan stainless steel.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif