Tidak Hanya Nikmat, Kopi Juga Bisa Memperpanjang Hidup

Anggi Tondi Martaon 04 Juli 2018 07:00 WIB
kesehatankopi
Tidak Hanya Nikmat, Kopi Juga Bisa Memperpanjang Hidup
Loftfield menyebutkan, minum delapan atau lebih cangkir kopi sehari memiliki risiko 14 persen lebih rendah meninggal selama 10 tahun masa studi. (Foto: Pixabay.com)
Jakarta: Tak hanya sekedar penghangat di pagi hari atau penghilang kantuk saat bekerja, kopi ternyata memiliki manfaat terhadap kehidupan. Diantaranya memperpanjang kehidupan.

Menurut observasi yang dilakukan oleh Erikka Loftfield, peneliti seorang ahli epidemiologi di Institut Kanker Nasional AS, risiko mati dini lebih rendah bagi orang yang minum kopi delapan cangkir atau lebih per hari. Tidak hanya kafein, manfaat tersebut juga bisa dirasakan yang mengonsumsi tanpa kafein atau instan.

"Penelitian ini dapat memberikan jaminan kepada peminum kopi," kata Loftfield saat dikutip dari WebMD. Namun, Loftfield memeringatkan penelitianya bersifat observasi, tidak dapat membuktikan bahwa kopi menyebabkan orang hidup lebih lama.


Loftfield menyebutkan, minum delapan atau lebih cangkir kopi sehari memiliki risiko 14 persen lebih rendah meninggal selama 10 tahun masa studi dibandingkan mereka yang tidak.

"Bagi mereka yang minum enam hingga tujuh cangkir sehari, risikonya dipotong 16 persen," ungkap Loftfield. Selain itu, Loftfield menyebutkan, manfaat tersebut bisa didapatkan bagi orang yang mulai mengonsumsi kafein secara cepat atau perlahan.

"Ini komponen non-kafein yang mungkin bertanggung jawab untuk asosiasi," sebut dia.

(Baca juga: Minum Kopi Tingkatkan Kesehatan Jantung)


(Loftfield menyebutkan, minum delapan atau lebih cangkir kopi sehari memiliki risiko 14 persen lebih rendah meninggal selama 10 tahun masa studi. Foto: Pixabay.com)

Loftfield menjelaskan alasan kenapa kopi bisa menurunkan risiko kematian dini karena kopi mengandung lebih dari 1.000 senyawa biologis, termasuk kalium dan asam folat yang diketahui memiliki efek pada tubuh.

Namun, ia menambahkan manfaat sederhana ini bukan alasan kuat untuk peminum non-kopi mulai mengonsumsinya.

"Jika seseorang menikmati minum kopi, mereka dapat terus menikmatinya berdasarkan temuan ini. Tetapi jika mereka tidak minum kopi, temuan ini tidak mengatakan untuk mulai meminumnya," kata Loftfield.

Lebih jauh, Loftfield menjelaskan bahwa timnya menganalisa 500.000 data orang yang mengambil bagian dalam sebuah studi besar Inggris yang sudah lama berjalan. Lebih dari 10 tahun masa tindak lanjut, lebih dari 14.000 orang meninggal. 

Sementara itu, ahli gizi di NYU Langone Medical Center di New York City Samantha Heller menyebutkan, biji kopi mengandung polifenol memberi manfaat kesehatan. "Seperti antioksidan, anti-inflamasi, anti-kanker, anti diabetes dan sifat antihipertensi," kata Heller.

Sebagian dari senyawa ini berkaitan dengan rendahnya tingkat penyakit kronis yang lebih rendah, seperti kanker tertentu, obesitas, diabetes, demensia, penyakit jantung dan depresi.

"Tapi, minum kopi bukanlah keajaiban dalam secangkir, dan tidak mungkin untuk mencegah konsekuensi dari gaya hidup yang tidak sehat, seperti diet khas Barat atau merokok tembakau," kata Heller.

Selain itu, Heller juga menyebutkan bahwa kafein dalam kopi dapat menimbulkan konsekuensi buruk bagi kesehatan pada sebagian orang. Dia pun menyarankan agar kelompok tersebut mengonsumsi teh.

"Teh juga memiliki manfaat kesehatan, jadi jika Anda tidak minum kopi, teh adalah alternatif yang bagus," ujar dia. Hasil studi ini diterbitkan pada 2 Juli di jurnal JAMA Internal Medicine.






(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360