Diare Bisa Berdampak Serius pada Tubuh, Ini Alasannya
(Foto: The Health Site)
Jakarta: Diare menyumbang angka kematian kedua pada balita setelah pneumonia. Pada kasus yang menyebabkan kematian, diare tak hanya membuat penderitanya kehilangan cairan, tetapi juga elektrolit.

"Pada diare pertama itu kehilangan cairan tetapi bukan cairan biasa yaitu cairan dengan elektrolit sehingga tidak bisa diganti pakai air biasa, oleh karena itu diberikan oralit," ujar Dr Ariani Dewi Widodo, SpA(K), spesialis anak dari RSIA Bunda Jakarta, pada edukasi kesehatan bertajuk Tingkatkan Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Agustus 2018. 

"Diare juga menyebabkan kehilangan zinc dan kerusakan usus. Oralit memang efektif mengatasi dehidrasi, tetapi dia tidak mengurangi lama dan beratnya diare. Karena itu diperlukan terapi lain untuk mengurangi tingkat berat diare, yaitu pemberian zinc dalam bentuk tablet," tambah Ariani. 


Sebanyak lebih dari 300 enzim di dalam tubuh memerlukan zinc, yang merupakan elemen penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Zinc itu bisa mengurangi frekuensi dan melemahkan diare," lanjut dia.

Zinc dapat diperoleh dari beberapa sumber makanan seperti daging, seafood, dan beberapa sayuran.

"Misal, brokoli itu bagus karena mengandung omega 3, zinc, dan kalsium yang tinggi. Semua sayuran pada umumnya baik karena mengandung mikronutrien," pungkasnya.






(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id