Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Berapa Lama Virus Korona Bertahan di Udara?

Rona Virus Korona virus corona covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 01 April 2020 19:20
Jakarta: Virus korona atau covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Penyebaran virus bisa terjadi dari satu orang ke orang lain secara droplets. Namun, apakah virus korona bisa bertahan di udara?
 
Dilansir dari New York Times, virus tidak berlama-lama di udara pada tingkat yang cukup tinggi. Terutama untuk menjadi risiko bagi kebanyakan orang yang secara fisik tidak dekat dengan orang yang terinfeksi. Tetapi, prosedur yang digunakan petugas perawatan kesehatan untuk merawat pasien yang terinfeksi cenderung menghasilkan aerosol.
 
"Setelah Anda mendapatkan pasien dengan pneumonia berat, pasien perlu diinkubasi. Semua penanganan ini mungkin menghasilkan aerosol dan tetesan," tutur Dr. Vincent Munster selaku ahli virologi di National Institute of Allergy and Infectious Diseases.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dr. Linsey Marr selaku ahli dalam penularan virus oleh aerosol di Virginia Tek di Blacksburg mengatakan bahwa, berdasarkan ilmu fisika, aerosol yang dilepaskan pada ketinggian sekitar 1,8 meter akan jatuh ke tanah setelah 34 menit. Dalam kata lain, berarti ada durasi setengah jam virus beredar di udara.
 
Temuan ini seharusnya tidak membuat masyarakat umum panik. Sebab virus menyebar dengan cepat di udara.
 
"Kedengarannya menakutkan. Tetapi kecuali jika Anda dekat dengan seseorang, jumlah yang Anda temui sangat rendah," imbuhnya.
 
Marr membandingkannya dengan asap rokok atau napas yang berasap saat berada di suhu yang dingin. Semakin dekat dan semakin cepat seseorang dihampiri asap atau napas yang dihembuskan, semakin banyak hawa yang mereka tangkap.
 
Dengan demikian, Anda tak perlu khawatir jika sumber virus itu beredar jauh dari jangkauan Anda.
 
Berapa Lama Virus Korona Bertahan di Udara?
Cairan yang dilepaskan pada ketinggian sekitar 1,8 meter akan jatuh ke tanah setelah 34 menit. (Foto: Ilustrasi Pexels)
 
Sementara itu, petugas kesehatan mungkin juga mendapatkan tetesan kecil dan yang lebih besar pada alat pelindung mereka saat berhadapan dengan pasien terinfeksi covid-19. Usai bertugas, tetesan besar dan kecil itu bisa saja terlempar ke udara ketika mereka melepas alat pelindung ini. Kondisi tersebut membuat para petugas medis berisiko terkena virus.
 
Sebuah studi yang sedang ditinjau oleh para ahli menunjukkan ketakutan ini. Pada penelitian lain, yang diterbitkan 4 Maret 2020 di JAMA, menggambarkan bahwa virus diangkut melalui udara. Penelitian yang berbasis di Singapura itu menemukan virus pada ventilator di kamar rumah sakit pasien yang terinfeksi. Di mana virus itu hanya bisa menjangkau melalui udara.
 
Terkait penyebaran virus korona, kata Dr. Marr mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini menegaskan bahwa virus tidak ada di udara. Meski demikian, petugas layanan kesehatan harus tetap mengenakan peralatan. Termasuk masker respirator untuk menghindari terkena penyebaran virus.
 
"Berdasarkan ilmu aerosol dan temuan terbaru tentang virus flu, para petugas medis menggunakan masker bedah mungkin tidak cukup untuk menghindari virus," ucapnya.
 
Untuk menilai kemampuan virus bertahan hidup di udara, para peneliti menciptakan apa yang Dr. Munster gambarkan sebagai eksperimen aneh. Mereka menggunakan drum yang berputar untuk menangguhkan aerosol, memberikan suhu, dan tingkat kelembapan yang mirip dengan kondisi rumah sakit.
 
"Dalam eksperimen ini, virus bertahan dan tetap menular hingga tiga jam. Akan tetapi, kemampuannya untuk menginfeksi menurun tajam selama waktu ini," katanya.
 
Dokter. Munster menyimpulkan, covid-19 tampaknya tidak mampu bertahan untuk jangka waktu yang lama, daripada virus sebelumnya SARS dan MERS. Itu menunjukkan ada alasan lain, seperti penularan oleh orang yang tidak memiliki gejala, karena kemampuannya untuk menyebabkan pandemi.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif