Banyak wanita mengalami kembung dalam dua minggu menjelang haid mereka. (Foto: Tamara Bellis/Unsplash.com)
Banyak wanita mengalami kembung dalam dua minggu menjelang haid mereka. (Foto: Tamara Bellis/Unsplash.com)

Tujuh Pemicu Retensi atau Kembung Air

Rona kesehatan pencernaan
Torie Natalova • 10 Desember 2018 07:22
Jakarta: Anda mungkin seringkali bingung karena celana tak lagi muat padahal berat badan di angka normal dan Anda menjaga pola makan juga olahraga.
 
Bagian perut membuncit bisa jadi disebabkan oleh retensi cairan yang membuat perut menjadi kembung.
 
Perut kembung biasa terjadi terutama pada wanita menjelang waktu haid atau PMS. Namun, jika perut kembung terus terjadi bahkan hingga 3-5 minggu atau disertai gejala lain seperti nyeri dan kemerahan pada kulit, sebaiknya segera temui dokter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dan berikut ini adalah tujuh pemicu umum retensi air.
 
1. Makanan siap saji
Makanan siap saji mengandung jumlah garam yang sangat tinggi dan dapat membuat tubuh Anda menyimpan air untuk menjaga keseimbangan dalam sel-sel Anda.
 
Karbohidrat putih dapat sebabkan pelepasan cepat dari insulin yang dapat memicu ginjal menyerap kembali garam sehingga menyebabkan tubuh Anda menahan cairan lebih banyak lagi.
 
2. PMS atau haid
Banyak wanita mengalami kembung dalam dua minggu menjelang haid mereka. Ini karena hormon estrogen dan progesteron yang berubah sekitar waktu ovulasi, mengontrol berapa banyak air yang disimpan tubuh Anda.
 
Tujuh Pemicu Retensi atau Kembung Air
(Makanan siap saji mengandung jumlah garam yang sangat tinggi dan dapat membuat tubuh Anda menyimpan air untuk menjaga keseimbangan dalam sel-sel Anda. Foto: Jannis Brandt/Unsplash.com)
 
(Baca juga: 3 Langkah Alami untuk Mengatasi Perut Kembung)
 
3. Memakai alat kontrasepsi hormonal
Banyak alat kontrasepsi menyebabkan retensi air sebagai efek samping dan semuanya kembali ke hormon Anda. Estrogen dan progesteron memengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk mengeluarkan air. Ini akan kembali normal setelah haid dimulai.
 
4. Hamil
Retensi air selama kehamilan sangat normal terjadi. Ini membantu tubuh untuk melunak dan membesar saat bayi tumbuh dalam rahim.
 
5. Gejala menopause
Kadar hormon berfluktuasi secara dramatis di sekitar waktu perimenopause, membuat retensi cairan lebih mungkin dan sering terjadi. 
 
6. Masalah pada ginjal
Ginjal seperti tanaman daur ulang kecil. Saat Anda menjalani hari, ginjal menyaring darah Anda, memilah bahan mana yang dapat digunakan kembali dan mana yang perlu dibuang sebagai limbah. Jika ginjal berhenti bekerja dengan baik, limbah termasuk air, akan menumpuk yang mengarah ke retensi air.
 
7. Tiroid rusak
Tiroid memainkan peran kunci dalam menjaga tingkat energi Anda. Jadi, jika tiroid tidak berfungsi baik, Anda akan merasa lelah, pusing, dan terus menerus kedinginan. Anda juga mungkin mengalami haid yang berat dan tentu retensi cairan.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif