NEWSTICKER
Medcom.id merangkum lima berita terpopuler sepekan beserta link berita untuk menjadi rujukan Anda. (Foto: Dok. Pexels.com)
Medcom.id merangkum lima berita terpopuler sepekan beserta link berita untuk menjadi rujukan Anda. (Foto: Dok. Pexels.com)

Berita Sepekan

Lima Berita Top Rona, Mengenal Social Distancing sampai Obat Covid-19 yang Sudah Tiba di Indonesia

Rona berita menarik rona sepekan
Yatin Suleha • 22 Maret 2020 20:46
Jakarta: Kasus bertambahnya angka kasus virus korona covid-19 di Indonesia membuat pemerintah melakukan banyak hal. Presiden Joko Widodo telah mengimbau bagi masyarakat untuk melakukan social distancing. Harapannya tindakan social distancing atau menjaga jarak antara satu orang dengan orang lain dapat menekan angka penularan covid-19. 
 
Berita rona populer lainnya adalah obat untuk menyembuhkan penyakit covid-19 (new coronavirus) sedang dipersiapkan oleh Pemerintah Indonesia. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau terus menjalankan social distancing.
 

Medcom.id merangkum lima berita terpopuler sepekan beserta link berita untuk menjadi rujukan Anda.

 

1. Apa itu Social Distancing?

Beriringan dengan maraknya kasus virus korona atau covid-19 di Indonesia, Social Distancing atau jarak sosial menjadi hal yang dianjurkan untuk kita semua. Social distancing adalah sebuah strategi kesehatan masyarakat yang dilakukan untuk mencegah atau memperlambat penyebaran patogen infeksius seperti virus. Social distancing sangat penting untuk memerangi pandemi covid-19 karena saat ini belum ada vaksin yang ditemukan.
 
Baca berita selengkapnya di sini.

2. Perbedaan Pneumonia dan Covid-19

Pneumonia dan covid-19 adalah dua virus yang berbeda, namun mempunyai gejala yang hampir mirip. Gejala awal dari keduanya adalah demam, batuk, pilek, dan kesulitan bernapas. Akan tetapi, keduanya memiliki perbedaan terutama dari virus yang menjadi penyebabnya.
 
Dr. Feni Fitrian, Sp. P(K), M.Pd.Ked, Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menjelaskan, “Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut yang menyerang jaringan paru-paru akibat adanya mikroorganisme seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya pneumonia disebabkan oleh Streptococcus, Staphylococcus, dan Legionella,” ujarnya.
 
“Sedangkan covid-19 ini bukan berasal dari virus biasa yang menyebabkan pneumonia."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca berita selengkapnya di sini.

3. Sebanyak 227 Rumah Sakit Ditambah untuk Perawatan Pasien Covid-19

Sebanyak 227 rumah sakit tambahan untuk perawatan pasien covid-19 ditambahkan. Hal tersebut disebabkan makin bertambahnya jumlah kasus pasien yang positif di Indonesia. Penyiapan 227 rumah sakit tersebut di luar 132 rumah sakit rujukan covid-19 yang sebelumnya sudah ditetapkan pemerintah.
 
Baca berita selengkapnya di sini.

4. Obat Covid-19 Tiba, Masyarakat Diimbau Tetap Social Distancing

Obat untuk menyembuhkan penyakit covid-19 (new coronavirus) sedang dipersiapkan oleh Pemerintah Indonesia. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menjalankan social distancing.
 
"Upaya menjaga jarak saat melakukan kontak sosial jangan sampai kurang satu meter. Hindari kerumunan dan pertemuan yang dihadiri banyak orang yang memiliki peluang terinfeksi virus," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di Kantor BNPB, Jakarta. Kemudian, pastikan agar tidak keluar rumah apabila tidak sangat diperlukan atau kondisi darurat. 
 
Baca berita selengkapnya di sini.

5. Hasil Tes Negatif, Belum Tentu Bebas dari Covid-19

Rapid test untuk pemeriksaan virus korona covid-19 (new coronavirus) telah didatangkan ke Indonesia. Meski rapid test telah ada masyarakat diimbau agar tidak berpatokan pada hasil pemeriksaan dengan rapid test tersebut.
 
"Bisa saja pada pemeriksaan ini didapatkan hasil negatif pada orang yang terinfeksi oleh virus ini. Tetapi respons serologi atau imunitasnya belum muncul," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
 
Hal tersebut, kata Yuri, sering terjadi pada infeksi yang masih berada di bawah enam hari atau tujuh hari. Ia menekankan bahwa pemeriksaan dengan rapid test tidak bisa menentukan dengan pasti tentang siapa pasien yang positif covid-19 maupun yang negatif. Sementara tahapan pemeriksaan yang akan dijalankan tidak hanya satu kali.
 
Baca berita selengkapnya di sini.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif