Untuk bayi atau anak di bawah usia enam bulan yang terinfeksi flu dan batuk, jemurlah di bawah sinar matahari sebelum pukul sembilan pagi. (Foto: Pexels.com)
Untuk bayi atau anak di bawah usia enam bulan yang terinfeksi flu dan batuk, jemurlah di bawah sinar matahari sebelum pukul sembilan pagi. (Foto: Pexels.com)

Benarkah Ibu Menyusui Minum Es, Bayi Jadi Pilek?

Rona perkembangan anak
Sunnaholomi Halakrispen • 24 April 2019 08:23
Menurut Dr. dr. Jo Edy Siswanto Sp.A (K) dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta mengatakan ibu yang sedang menyusui bayinya dan minum es tidak menyebabkan bayi jadi pilek. Jika bayi Anda terinfeksi flu dan batuk, ada cara efektif agar bayi segera sembuh atau pulih. Untuk bayi atau anak di bawah usia enam bulan, jemurlah di bawah sinar matahari sebelum pukul sembilan pagi.
 

 
Jakarta:
Kabar pengaruh ibu menyusui yang meminum es atau minuman dingin menyebabkan bayi menjadi pilek, mungkin pernah Anda dengar. Kemudian ada kebingungan antara fakta atau hanya sekedar mitos belaka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dr. dr. Jo Edy Siswanto Sp.A (K) dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta menyampaikan, hal tersebut hanya mitos. Ya, tidak ada pengaruh yang signifikan saat ibu menyusui mengonsumsi minuman dingin atau es.
 
"Kecuali ibunya ada batuk dan pilek. Tentu bisa menular pada anak," ujar Dr. Jo kepada Medcom.id.
 
Namun, apabila si ibu terlanjur terinfeksi virus dan mengakibatkan flu atau pilek, harus segera ditangani agar tidak menular kepada si buah hati. Sebab, anak terutama di usia bayi, rentan tertular penyakit dari orang terdekatnya.
 
Maka sebaiknya, makanlah makanan sehat. Ibu menyusui pun harus menutup mulut, agar ketika bersin cairannya tidak terkena pada anak. Kalau dirasakan perlu, harus segera minum obat.
 
"Minum obat panas, obat ini juga bisa berguna mengurangi nyeri kepala dan nyeri otot di seluruh tubuh. Obat flu yang beredar bebas yang berlabel hijau atau biru dan di jual di pasaran atau toko obat juga bisa diberikan," jelasnya.
 
Obat seperti golongan probiotik bisa diberikan awal pada saat ada komplikasi diare. Selanjutnya, berikan suplemen dan daya tahan tubuh seperti Zinc dan vitamin C agar tubuh lebih kebal terhadap virus.
 
"Bisa diberikan dekongestan, antihistamin. Terpenting, banyak minum terutama air hangat," tuturnya.
 
(Baca juga: Obat-obatan yang Tidak Boleh Diberikan ke Bayi)
 
Benarkah Ibu Menyusui Minum Es, Bayi Jadi Pilek?
(Untuk bayi atau anak di bawah usia enam bulan yang terinfeksi flu dan batuk, jemurlah di bawah sinar matahari sebelum pukul sembilan pagi. Foto: Pexels.com)
 
Nah, kalau bayi Anda terinfeksi flu dan batuk, ada cara efektif agar bayi segera sembuh atau pulih. Untuk bayi di bawah usia enam bulan, jemurlah di bawah sinar matahari sebelum pukul sembilan pagi.
 
Selanjutnya, berikan ASI (Air Susu Ibu) lebih banyak, karena ASI sebagai imunitas. ASI lebih baik diberikan secara langsung dengan menyusui dari payudara. 
 
Dengan cara ini, saluran tuba eustachii pada telinga dan nasofaring akan bayi tertutup. Sehingga, mengurangi risiko komplikasi infeksi pada telinga si kecil.
 
"Ketiga, untuk melegakan hidung dan tenggorokan, posisikan bayi telungkup, kemudian beri uap air hangat atau bisa ditambah minyak eucalyptus, lalu tepuk-tepuk punggung bayi," papar Dr. Jo.
 
Untuk obat medis, Anda bisa memberikan obat panas golongan parasetamol atau asetaminofen. Akan tetapi, penggunaan Ibuprofen pada bayi harus lebih berhati-hati. Perhatikan usia bayi Anda. Bayi di atas enam bulan baru bisa mengonsumsinya.
 
"Bisa diberikan juga tetes hidung yang berisi cairan NACL 0.9 persen steril untuk mengurangi sumbatan. Ini tetes saline seperti cairan bergaram mineral," pungkasnya.
 
Cairan tersebut merupakan obat tetes hidung atau semprot hidung untuk bayi dalam mengatasi hidung tersumbat. Obat ini bisa dibeli di pasaran karena ada beberapa merek yang telah teruji kualitasnya.
 
Hal yang perlu diperhatikan, Anda perlu berhati-hati agar tidak terjadi komplikasi akibat panas atau demam yang dapat mengakibat bayi kejang. 
 
Jangan biarkan virus menyebar dalam jangka waktu yang lama dalam tubuh bayi Anda. Jangan pula sembarangan memberi obat. 
 
Perlu diingat bahwa bayi tidak disarankan mengonsumsi obat-obatan selain anjuran dari dokter. Apabila kondisi bayi Anda tidak berlangsung membaik selama tiga hari, segera periksakan ke dokter.
 
Anda bisa memeriksakan kondisi si kecil pada dokter spesialis anak di beberapa rumah sakit, seperti Rumah Sakit Royal Taruma, Rumah Sakit Cendana, atau Rumah Sakit Ibu dan Anak Harapan Kita.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif