(Ilustrasi-ANTARA FOTO/Wahyu Putro).
(Ilustrasi-ANTARA FOTO/Wahyu Putro).

Perusahaan Diwajibkan Memiliki Program Kesehatan Kerja

Rona kesehatan
Sunnaholomi Halakrispen • 07 September 2019 12:02
Program kesehatan kerja adalah hal yang wajib dimiliki perusahaan. Bahkan, perusahaan yang memiliki karyawan di atas 1.000 orang itu seharusnya ada satu dokter setiap hari.
 

Jakarta: Perusahaan diwajibkan memiliki program kesehatan kerja yang mencakup juga pelayanan kesehatan bagi para karyawannya. Sebab, tercantum dalam peraturan yang ditetapkan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans).
 
"Ada peraturan Depnakertrans. Banyak program kesehatan yang bisa dilakukan, tapi minimal ada dokter di perusahaan," ujar dr. Achda Ferdians, MKK, selaku dokter kesehatan kerja, di Gedung Menara Mandiri, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam program pelayanan kesehatan mencakup tersedianya klinik di dalam perusahaan. Namun, tidak harus memiliki klinik sendiri oleh perusahaan. Bisa saja klinik dibentuk dari luar perusahaan atau outsourching. 
 
Dalam kegiatan Peresmian Pembukaan Klinik Occupational Health Service Centre (Pusat Pelayanan Kesehatan Kerja) Menara Mandiri, ia menyatakan bahwa sebaiknya setidaknya ada satu tenaga P3K di setiap lokasi kerja. Penempatan tenaga P3K ini berpengaruh pada pemberian pertolongan pertama bagi karyawan yang mengalami masalah kesehatan serius yang harus ditangani segera.
 
"Standarnya, yang mengalami masalah kesehatan serius standart medisnya dalam tempo kurang dari empat menit harus ada tindakan medis atau bantuan hidup dasar yang dilakukan. Kalau karyawan di atas 1.000 orang itu seharusnya ada satu dokter setiap hari," paparnya.
 
Adanya tenaga medis di setiap perusahaan bukan hanya untuk menolong karyawan yang sakit sedari awal. Tetapi, juga membantu karyawan sehat agar tidak terlalu jauh berisiko jatuh sakit.
 
"Mengobati orang sakit lebih mahal biayanya. Kebanyakan, fokus ke orang sakit. Padahal kalau sudah sakit sudah penyakitnya serius, dan banyak penyakit yang tidak bisa disembuhkan," tutur dia.
 
Maka demikian, kata dr. Achda, menyediakan fasilitas kesehatan di perusahaan tidak membuang-buang biaya perusahaan. Ini merupakan pilihan terbaik demi kualitas kesehatan para pekerja.
 
Edukasi berjangka bagi karyawan bisa meminimalisir memburuknya gangguan kesehatan. Kepedulian karyawan terhadap kesehatan bukan hanya memengaruhi kualitas hidup mereka, tapi juga berpengaruh pada kualitas kerja.
 
"Misal kolesterol, kalau dibiarkan akan ke jantung, kalau dikontrol kan lebih murah meriah, kontrol sebulan sekali. Setiap kontrol teredukasi, lifestyle-nya bagaimana, pola makannya bagaimana, disarankan ini dan itu, itu kan yang enggak perlu duit banyak, dan berdampak panjang," pungkasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif