Gunakan Masker Bedah untuk Menghindari Diri dari Penyakit Menular
Jika Anda tidak memiliki masker atau tidak ingin memakai masker, berdiri setidaknya sejauh enam kaki dari orang yang terinfeksi akan melindungi diri Anda dari risiko tertular. (Foto: Courtesy of iStock)
Jakarta: Ketika sedang sakit, biasanya kita menggunakan masker untuk mencegah terjadinya penyakit yang sedang kita alami tersebut. Atau terkadang juga, seseorang menggunakan masker di tempat umum untuk melindungi dirinya agar tidak tertular virus atau penyakit yang ada di sekitarnya tersebut. 

Masker yang saat ini banyak digunakan, yaitu masker yang biasa digunakan di ruang bedah operasi oleh para dokter. Masker bedah ini mulai dikenal pada akhir tahun 1800-an. Lalu mulai populer pada tahun 1918 di kalangan masyarakat untuk melindungi diri mereka dari virus influenza, menurut New York Times. 

Seabad kemudian, munculnya teknik molekuler modern menegaskan bahwa masker bedah memang dapat memberikan perlindungan yang baik terhadap flu. 


Pada sebuah studi di tahun 2013, peneliti menghitung jumlah partikel virus di udara sekitar pasien yang mengalami flu. Mereka menemukan bahwa masker bedah menurunkan tetesan-tetesan air yang keluar ketika seseorang sedang bersin sebanyak 25 kali lipat. 

Namun masker bedah tidak dapat bekerja secara efektif terhadap tetesan air yang dikeluarkan seseorang yang bersin yang sudah berada di udara dalam waktu yang cukup lama. 


(Udara yang berada di sekitar orang sakit meskipun jika mereka tidak batuk atau bersin, penuh dengan partikel aerosol kecil yang menular, dan semakin jauh Anda dari mereka, semakin baik. Foto: Chester Wade/Unsplash.com)

(Baca juga: Mengapa Flu Terasa Lebih Buruk Saat Anda Kesepian?)

Pada studi lainnya, peneliti juga menemukan bahwa masker bedah hampir sama baiknya dalam melindungi penggunanya dalam melawan flu hampir setara dengan respirator atau alat penyaring udara berteknologi canggih yang sering digunakan di rumah sakit. 

Para peneliti di Australia juga memperkirakan bahwa menggunakan masker bedah di rumah dapat mengurangi risiko orang yang sehat untuk terkena penyakit sebesar 60 hingga 80 persen.

Namun jika Anda tidak memiliki masker atau tidak ingin memakai masker, berdiri setidaknya sejauh enam kaki dari orang yang terinfeksi akan melindungi diri Anda dari risiko tertular penyakit tersebut. 

Udara yang berada di sekitar orang sakit meskipun jika mereka tidak batuk atau bersin, penuh dengan partikel aerosol kecil yang menular, dan semakin jauh Anda dari mereka, semakin baik.

Sering mencuci tangan Anda sering juga sangat penting untuk menjaga kesehatan Anda karena menyentuh jari yang terinfeksi ke mata, hidung atau mulut dapat menularkan infeksi.







(TIN)