Ada hal-hal yang memang normal, namun ada hal-hal lainnya yang bisa Anda kenali sebagai bagian dari masalah kondisi kesehatan si kecil. (Foto: Pexels.com)
Ada hal-hal yang memang normal, namun ada hal-hal lainnya yang bisa Anda kenali sebagai bagian dari masalah kondisi kesehatan si kecil. (Foto: Pexels.com)

Lima Masalah Kesehatan Bayi yang Perlu Diketahui

Rona perkembangan anak
Anda Nurlaila • 24 April 2019 07:56
Gumoh, menangis berjam-jam, atau bangun di malam hari adalah kebiasaan pada hampir semua bayi. Profesor klinis pediatri di Yale School of Medicine Gregory Germain, mengatakan gumoh tidak masalah jika berat badan bayi bertambah bahkan jika sering gumoh. Perbedaannya jika bayi gumoh dengan tampak kesakitan bisa jadi itu refluks asam.
 

 
Jakarta:
Seorang ibu baru bisa mengalami momen panik tentang kesehatan buah hatinya. Tangisan selama berjam-jam, memuntahkan kembali susunya hingg kesulitan buang air terkadang membuat ibu khawatir.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada hal-hal yang memang normal, namun ada hal-hal lainnya yang bisa Anda kenali sebagai bagian dari masalah kondisi kesehatan si kecil. Berikut panduan untuk menangani beberapa masalah yang umum terjadi di tahun pertama bayi seperti dikutip Parents:

Menangis berjam-jam di malam hari

Bayi sering menangis adalah sesuatu yang normal, tetapi bagaimana jika bayi menangis hingga berjam-jam di malam hari? Semua bayi, walaupun yang sangat tenang akan lebih rewel pada pukul empat sore hingga tujuh malam. 
 
Tangisan ini biasanya dimulai dalam dua bulan pertama, meningkat antara minggu kelima dan kedelapan dan biasanya hilang pada bulan ketiga. Hal ini normal. Tidurkan bayi agar memastikan ia tidak lelah. Atau gendong bayi sambil berjalan-jalan di luar. 

Gumoh terlalu banyak 

Gumoh yaitu keluarnya ASI setelah bayi menyusu, bisa sedikit atau banyak dalam sehari. Profesor klinis pediatri di Yale School of Medicine Gregory Germain, mengatakan gumoh tidak masalah jika berat badan bayi bertambah bahkan jika sering gumoh. 
 
Jika bayi memiliki masalah, seperti refluks asam, ia akan tampak kesakitan selama atau langsung sebelum atau setelah dimuntahkan.
 
Penambahan berat badan yang lambat, atau jika bayi memiliki masalah pernapasan berulang, seperti mengi atau pneumonia. Gumoh akan berhenti di usia enam bulan. 
 
(Baca juga: Tanda Si Kecil Butuh Lebih Banyak Waktu Tidur)
 
Lima Masalah Kesehatan Bayi yang Perlu Diketahui
(Berikut panduan untuk menangani beberapa masalah yang umum terjadi di tahun pertama bayi. Foto: Pexels.com)

Bayi sembelit

Dalam beberapa minggu pertama, bayi sering buang air kecil dan besar hingga belasan kali. Tetapi seiring bertambahnya usia bayi, ada perubahan dari buang air bayi.
 
Di usia sekitar satu bulan, kebanyakan bayi mengalami perlambatan tiba-tiba dalam hal buang air besar. Jadi, normal bayi hanya BAB sekali seminggu, jika kotoran yang keluar lembek dan tidak sulit dikeluarkan. 
 
Bayi konstipasi ditandai jika bayi menangis atau berteriak saat buang air atau jika buang air besarnya keras, berbentuk bola besar. Stimulan ringan seperti memijat area anal dengan ujung-Q untuk mengendurkan otot, atau gliserin untuk melumasi area tersebut. 

Mengajari bayi makan makanan padat

Gigitan pertama bayi merupakan salah satu tonggak terbesar di tahun pertamanya. Tetapi tiap bayi punya respons berbeda terhadap makanan padat.
 
Kecuali dalam kasus yang jarang, seperti anak dengan anemia atau refluks asam, bayi tidak memerlukan apa pun selain ASI atau susu formula sepanjang setengah tahun pertama mereka. 
 
Ibu harus teratur menawarkan berbagai makanan padat kepada anak. Nikmati bereksperimen dengan rasa dan tekstur, dan jaga agar proses ini tetap menyenangkan dan santai. Jika bayi menolak, sisihkan dan coba lagi di waktu makan lain. 

Bayi bangun malam lagi

Orang tua bayi baru lahir yang kurang tidur tidak dapat dihindari. Tapi ketika anak mereka hampir berumur satu tahun, sebagian anak mulai terjaga di malam hari. Perkembangan anak seperti tumbuh gigi, sakit dapat membuat bayi mulai bangun lagi, untuk sementara waktu. 
 
Jika terjadi, patuhi rutinitas waktu tidur dan tenangkan anak tetapi jangan mengajaknya bermain. Saat bayi berusia sembilan bulan, anak mulai memahami bahwa benda-benda masih ada meskipun mereka tidak dapat melihatnya. 
 
Jadi jika tidak melihat ibu di ruangan, ibunya berada di tempat lain dan anak dapat menangis atau bersuara agar Anda datang. Datangi anak dalam periode singkat seperti 15 detik dan beritahukan agar anak segera tidur.

Suhu berapa harus menemui dokter

Demam 38, 39 bahkan 40 derajat sering terjadi pada bayi. Demam dan gejala yang menyertainya, seperti muntah, adalah cara bayi melawan infeksi. Bayi menolerir demam tinggi lebih baik daripada orang dewasa. 
 
Tetapi orang tua harus segera membawa bayi ke dokter jika demam berlangsung lebih dari sehari, jika gejala lain mengganggu kemampuan bayi untuk beristirahat dan makan, atau jika naluri orang tua memberi tahu Anda ada sesuatu yang salah. Bayi yang lebih muda dari dua bulan dan demam harus segera diperiksakan. 
 
Periksakan kondisi di kecil ke dokter spesialis anak di beberapa rumah sakit seperti Rumah Sakit Royal Taruma, Rumah Sakit Bunda, atau Rumah Sakit Harapan Kita untuk melihat kondisi si kecil jika terdapat tanda yang tak biasa.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif