Dapatkah Orang yang Pernah Berselingkuh Memiliki Hubungan yang Sehat?

Raka Lestari 19 Januari 2018 13:40 WIB
romansapsikologi
Dapatkah Orang yang Pernah Berselingkuh Memiliki Hubungan yang Sehat?
Kepercayaan adalah landasan bagi semua hubungan dan menurut Yvonne, pasangan yang memulainya dari sebuah perselingkuhan merasa semakin sulit untuk saling percaya satu sama lain. (Foto: Elizabeth Tsung/Unsplash.com)
Jakarta: Lebih dari sepertiga orang di Inggris mengaku bahwa mereka tidak setia dan hanya sebesar 30 persen hubungan cinta jangka panjang yang berakhir ke jenjang pernikahan, dikutip dari Metro.co.uk. Konon, pasangan yang kurang banyak memiliki cerita dan ikatan yang kuat seperti anak-anak, cenderung lebih mungkin berpisah. 

Seringkali, pasangan yang pernah dicurangi oleh pasangannya tidak akan pernah mempercayai satu sama lain karena seperti yang disebutkan dalam pepatah lama, yaitu "sekali selingkuh maka selamanya akan berselingkuh."

Menurut laman yang sama, orang yang sudah pernah berselingkuh memiliki 350 persen kecenderungan untuk berselingkuh lagi, meskipun mereka telah memiliki pasangan yang berbeda. Walau sepertinya stigma seperti itu tidak selalu benar. 



(Kepercayaan adalah landasan bagi semua hubungan dan menurut Yvonne, pasangan yang memulainya dari sebuah perselingkuhan merasa semakin sulit untuk saling percaya satu sama lain. Foto: Thomas Charter/Unsplash.com)

(Baca juga: 5 Nasehat Pernikahan untuk Pengantin Baru)

"Jika Anda berselingkuh, maka Anda sudah tidak asing lagi dengan kebohongan," ujar Yvonne Filler, seorang terapis di The Affair Clinic. Ia mengatakan bahwa perselingkuhan tidak selalu tentang seks, dan faktanya kebanyakan perselingkuhan dimulai melalui ikatan emosional. 

Kepercayaan adalah landasan bagi semua hubungan dan menurut Yvonne, pasangan yang memulainya dari sebuah perselingkuhan merasa semakin sulit untuk saling percaya satu sama lain daripada mereka yang pernah dikhianati oleh pasangannya dalam suatu hubungan. 

"Banyak orang yang bisa membuktikannya dan berhasil," ujar Yvonne. Namun ia juga menambahkan bahwa hal tersebut membutuhkan banyak waktu dan usaha untuk melewatinya. Dan menurutnya, dua tahun pertama adalah saat-saat tersulit. 












(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id