Berikut ini beberapa sebab yang membuat anak membenturkan kepala. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pixabay.com)
Berikut ini beberapa sebab yang membuat anak membenturkan kepala. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pixabay.com)

Penyebab Anak Sengaja Membenturkan Kepalanya

Rona perkembangan anak
16 Januari 2019 16:51
Jakarta: Pernahkah Anda melihat si kecil membentur-benturkan kepalanya sendiri secara sengaja ke sisi ranjang tidurnya, atau menggerak-gerakkan badannya tiba-tiba?
 
Hal ini mungkin akan terdengar sedikit mengejutkan bagi Anda, tapi sebenarnya membentur-benturkan kepala secara tiba-tiba terbilang normal.
 
Hal tersebut merupakan cara alami yang biasa dilakukan bayi untuk menenangkan dirinya saat merasa tertekan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga 20 persen bayi dan batita membenturkan kepala, meski anak laki-laki tiga kali lebih mungkin melakukan ini dibanding anak perempuan.
 
Membenturkan kepala bermula di pertengahan usia pertama dan memuncak pada usia antara 18 sampai 24 bulan. Kebiasaan membenturkan kepala pada anak berlangsung selama beberapa bulan, bahkan tahun meski kebanyakan tidak lagi terjadi pada anak saat usianya tiga tahun.
 
Melansir dari BabyCenter, berikut ini beberapa sebab yang membuat anak membenturkan kepala:
 
Penyebab Anak Sengaja Membenturkan Kepalanya
(Anak kecil bisa membenturkan kepala selama tantrum sebagai cara melampiaskan emosi yang kuat. Foto: Ilustrasi. Dok. Alexander Dummer/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Normalkah Bila Si Kecil Sering Mengompol?)
 
1. Menenangkan diri
Memang terdengar aneh, tapi kebanyakan anak yang membenturkan kepala melakukannya agar merasa rileks. Anak bisa membenturkan kepala secara ritmis ketika mau tidur, saat terbangun di tengah malam, atau bahkan saat tidur.
 
Para ahli meyakini gerakan yang ritmis, seperti gerakan pada kursi goyang, membantu bayi dan anak kecil menenangkan diri.
 
2. Mencari perhatian
Membenturkan kepala terus-menerus bisa jadi cara anak untuk mendapat perhatian. Bisa dimengerti bila Anda menjadi cemas ketika melihat buah hati melakukan sesuatu yang sepertinya destruktif.
 
Dan karena anak menyukai respons Anda ketika melihat perilakunya, terus membenturkan kepala untuk mendapat perhatian yang diinginkan.
 
3. Masalah perkembangan
Membenturkan kepala bisa berhubungan dengan autisme dan gangguan perkembangan lainnya. Tapi pada kebanyakan kasus, ini hanya satu dari sekian banyak perilaku yang perlu diwaspadai. Membenturkan kepala saja jarang menjadi tanda untuk masalah yang serius.
 
4. Frustasi
Anak kecil bisa membenturkan kepala selama tantrum sebagai cara melampiaskan emosi yang kuat. Si kecil belum tahu bagaimana mengekspresikan kemarahan melalui kata-kata, sehingga hanya bisa menggunakan tindakan fisik. Anak mungkin juga melakukan ini untuk menenangkan diri selama momen yang membuatnya stres.
 
Maka ada baiknya, Anda juga bisa mulai membiasakan beberapa kegiatan rutin yang bisa merelaksasi si kecil seperti mandi dengan menggunakan aroma terapi, memberikan pijatan lembut, atau mendengarkan lagu-lagu pengantar tidur yang menenangkan.
 
Hal tersebut bisa Anda lakukan agar si kecil merasa rileks dan segera tertidur tanpa khawatir akan sesuatu hal apapun.
 

Maria Fransiska
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif