Kesedihan yang paling sulit diatasi itu biasanya karena ada anggota keluarga yang meninggal. (Foto Ilustrasi: Pablo Arenas/Pexels)
Kesedihan yang paling sulit diatasi itu biasanya karena ada anggota keluarga yang meninggal. (Foto Ilustrasi: Pablo Arenas/Pexels)

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Berduka?

Rona psikologi
Raka Lestari • 12 September 2019 19:10
Jakarta: Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih dikenal dengan BJ Habibie wafat pada usia 83 tahun. Bapak Teknologi Indonesia itu mengembuskan napas terakhir pada hari Rabu, 11 Sepptember 2019 pukul 18.05 WIB, atau setelah 10 hari dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
 
Duka yang mendalam tentunya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga segenap bangsa Indonesia. Seluruh masyarakat Indonesia tentunya merasa kehilangan akan sosok cerdas tersebut. Namun, sebenarnya berapa lama waktu yang wajar untuk mengalami rasa berduka?
 
Jovita Ferliana, M.Psi, psikolog anak dan keluarga menjelaskan, kalau berdasarkan teori,  sebenarnya enam bulan pertama masa berduka itu masih dianggap wajar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kalau misalnya orang tua atau pasangan yang meninggal, enam bulan pertama merasa berduka itu merupakan hal yang wajar,” ujar Jovita.
 
“Rasa berduka ini kan bisa macam-macam tipenya. Misalnya kita mendengarkan lagu favorit mereka bisa membuat kita menangis. Atau kalau misalnya saat jalan-jalan ke mall, ada masakan kesukaan mereka bisa membuat kita nangis,” ujar Jovita.
 
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Berduka?
Siswa SD Negeri Joglo Solo menunjukkan pesawat kertas lipat yang dibuatnya untuk acara Doa Bersama bagi almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie (Foto: Antara/Maulana Surya)
 
Namun jika rasa duka yang dirasakan sudah lebih dari enam bulan. Bisa-bisa itu menjadi pertanda sesuatu yang lebih serius.
 
"Setelah enam bulan, biasanya rasa berduka sudah mereda karena kita sudah bisa menerima kemudian sudah bisa kembali ke kehidupan sehari-hari. Akan tetapi kalau sudah lebih dari enam bulan namun rasa berduka tersebut masih ada dan tidak berkurang atau bahkan semakin parah, perlu penanganan lebih lanjut yaitu harus ke psikolog atau psikiater,” ujar Jovita.
 
Lebih lanjut, Jovita menambahkan, jika memang rasa berduka tersebut diikuti dengan rasa bersalah atau guilty feeling yang kemudian berujung pada hal-hal yang lebih buruk. Maka sebaiknya segera konsultasikan ke ahlinya. Dalam mengatasi rasa berduka, menurut Jovita hal tersebut merupakan salah satu yang cukup sulit.
 
“Kesedihan yang paling sulit diatasi itu biasanya karena ada anggota keluarga yang meninggal, terutama pasangan atau orang tua. Dan emosi yang dirasakan oleh orang yang berduka juga bisa berbeda-beda, bisa sedih, marah, atau justru merasakan perasaan bersalah,” terang Jovita.
 
BJ Habibie sendiri diberitakan pada saat-saat terakhir sebelum menghembuskan napas terakhir didampingi seluruh keluarga terdekat. Ilham Akbar Habibie, putra sulung BJ Habibie menyebutkan bahwa Presiden Ketiga Republik Indonesia tersebut meninggal dalam pelukan keluarga.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif