Orang tua dapat menanamkan etiket lewat aktivitas harian anak. Berikut caranya. (Foto: Pexels.com)
Orang tua dapat menanamkan etiket lewat aktivitas harian anak. Berikut caranya. (Foto: Pexels.com)

Mengajarkan Etiket pada Anak Lewat Permainan

Rona keluarga perkembangan anak
Anda Nurlaila • 12 Juni 2019 18:04
Faye de Muyshondt penulis "Socialsklz:-) for Success: How to Give Your Children the Tools to Thrive in the Modern World" mengatakan orang tua dapat menanamkan etiket lewat aktivitas harian anak. Misalnya ajari anak untuk mengakui kesalahan, menyesal serta bertanggung jawab atas perbuatan yang mereka lakukan. Anak-anak cenderung merasakan empati sehingga dengan sedikit latihan anak akan lebih mudah menjadikannya kebiasaan.
 

 
Jakarta:
Mendidik anak etiket dan sopan santun sangat penting, tapi juga gampang-gampang susah. Perlu pendekatan kreatif secara terus menerus agar buah hati dapat memahami dan menirunya.  
 
Salah satu cara mengajari anak sopan santun melalui permainan dan peran. Penulis "Socialsklz:-) for Success: How to Give Your Children the Tools to Thrive in the Modern World," Faye de Muyshondt mengatakan sikap santun bermanfaat bagi semua orang, termasuk anak. "Orang yang santun memiliki banyak teman dan lebih banyak mendengar jawaban ya daripada tidak."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip Parents, orang tua dapat menanamkan etiket lewat aktivitas harian anak.

1. Memberi salam

Tindakan sederhana saat bertemu dan menyapa orang ini sering membuat anak gelisah. Kebanyakan anak langsung berlindung di balik badan orang tua saat bertemu orang baru.

Cara melatih:

Buat sebuah pesta kecil dengan beberapa lilin dan balon. Undang beberapa tamu kehormatan: anak-anak Anda dan satu-dua temannya. Minta mereka seolah-olah berkunjung ke rumah orang, melakukan kontak mata, tersenyum hangat, menjabat tangan pemilik rumah, memperkenalkan diri dan memberi salam dengan sopan.
 
Ajari anak mengucapkan,"Senang bertemu kamu," atau "Terima kasih telah mengundang aku ya." Tanyakan perasaan anak setelah bermain. Misalnya, tanyakan bagaimana perasaan anak jika orang di depannya berbicara sambil menunduk.
 
Mengajarkan Etiket pada Anak Lewat Permainan
(Sikap santun bermanfaat bagi semua orang, termasuk anak. Foto: Pexels.com)

2. Memberi dan menerima pujian

Pujian sangat penting dan dapat membentuk dasar persahabatan. Memuji dan menyenangkan orang salah satu hal paling sederhana tapi paling bermakna. Pujian tulus jauh lebih bermanfaat daripada mendapat banyak "Like" di laman medsos.

Cara melatih:

Buat sudut pujian di ruang keluarga dengan styrofoam dengan gambar bintang sesuai jumlah anggota keluarga. Siapkan pin-pin dan payet cantik. Anak-anak menempelkan payet ke bintang setiap kali ada anggota keluarga yang memuji sesuatu yang nyata seperti warna baju yang cocok maupun sikap baik anggota keluarga. Penerima pujian harus menerimanya dengan sikap ramah.

3. Mengatakan "maafkan aku"

Bukan hanya anak-anak yang sulit mengucap dan menerima permintaan maaf. Ajari anak untuk mengakui kesalahan, menyesal serta bertanggung jawab atas perbuatan yang mereka lakukan. Anak-anak cenderung merasakan empati sehingga dengan sedikit latihan anak akan lebih mudah menjadikannya kebiasaan.

Cara melatih:

Biasakan untuk meminta maaf dengan tulus. Lakukan permainan, dengan salah satu anak memerankan drama kecil dan lainnya menebak masalah yang terjadi dan menambahkan permintaan maaf. Anak kemudian dengan ramah menerima permintaan maaf. Beri skor satu untuk setiap tebakan yang benar, dan bonus poin untuk kontak mata dan ketulusan.  

4. Mengekspresikan rasa syukur

Bersyukur lebih dari sekadar ucapan terima kasih. Sebuah studi menunjukkan anak-anak yang bersyukur merasa lebih bahagia, berprestasi lebih baik di sekolah, dan memiliki tingkat depresi lebih rendah daripada anak yang kurang bersyukur.
 
Tunjukkan rasa terima kasih saat menerima hadiah, kebaikan atau mengalami momen indah. Saat melihat matahari terbenam atau makan malam di luar, misalnya, katakan di depan anak betapa bersyukurnya Anda. Ini mengajari anak untuk bersyukur atas semua yang dia alami.

5. Latih dalam permainan:

Ikatkan pita di pergelangan tangan anak, dan masukkan satu manik-manik setiap ungkapan terima kasih dan syukurnya. Hadiah diberikan saat anak berterima kasih atas makan siang, atau ekspresi syukur anak lainnya. Berikan bonus jika anak dapat membuat catatan terima kasih atau bersyukur spontan.  
 
Mengajarkan Etiket pada Anak Lewat Permainan
(Faye de Muyshondt penulis "Socialsklz:-) for Success: How to Give Your Children the Tools to Thrive in the Modern World" mengatakan orang tua dapat menanamkan etiket lewat aktivitas harian anak. Foto: Pexels.com)

6. Percakapan berarti

Ajari anak untuk mendengarkan dan menghormati saat orang lain berbicara. Pendengar harus memberi semangat, menjaga kontak mata, dan menambahkan pertanyaan dan komentar yang menunjukkan ketertarikan pada ucapan lawan bicara.

Cara melatih:

Buat beberapa topik pembicaraan yang menarik. Minta anak untuk memegang kentang saat mendapat giliran berbicara. Ini menyadarkan anak, bahwa semakin banyak ia berbicara semakin lama ia memegang kentang. Dengan demikian anak akan merespons dan menyimpan kentang.

7. Aturan saat makan

Aktivitas saat makan bisa sangat kotor seperti mengunyah, bersendawa, atau makanan yang menyangkut di gigi. Untuk membuat kebiasaan dan tata krama di meja makan, fokus pada topik berbeda setiap waktu makan. Seperti mengunyah dengan mulut tertutup, lengan tidak diletakkan di meja, serbet di pangkuan, pisau dan garpu dipegang dengan benar, membersihkan bibir dengan sopan. Terus lakukan di mana pun, baik di rumah atau saat makan di luar.

Cara melatih:

Minta anak-anak menjadi petugas yang mengawasi meja selama waktu makan. Setiap pelanggaran akan diberi kartu yang dapat ditebus dengan permintaan maaf yang baik.
 
Misalnya, "Maaf, petugas saya makan dengan mulut terbuka." Orang dengan pelanggaran paling sedikit pada waktu makan akan memilih makanan penutup esok hari.

8. Etiket telepon dan gadget

Tantangan etiket meningkat dua kali lipat ketika berkaitan dengan ponsel dan perangkat lain. Anak harus diajari cara bagaimana cara benar saat menggunakannya dan saat tidak menggunakannya. Terapkan aturan ketat, seperti menyingkirkan ponsel saat makan. "Saat anak berbicara pada Anda, pandang matanya dan jangan mengetik di hp," ujar Lizzie.

Cara melatih:

Mainkan peran-interaksi dengan anak. Minta anak pura-pura menelepon ke ponsel lewat telepon rumah. Buat topik seperti perkenalan. Bicara dengan jelas dengan volume yang tepat, lalu tutup percakapan dengan sopan. Setelah anak percaya diri, dia dapat mencoba benar-benar menelepon.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif