Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatalogi Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo, M. Azharry Rully. (Foto: Kumara/Medcom.id)
Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatalogi Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo, M. Azharry Rully. (Foto: Kumara/Medcom.id)

Tata Laksana Merawat Bayi Prematur

Rona kehamilan
Kumara Anggita • 14 November 2019 15:37
Jakarta: Jumlah anak terlahir prematur di seluruh dunia dan Indonesia terus menambah. Berdasarkan data WHO, terdapat 10 negara yang menyumbang 60 persen kelahiran prematur di dunia. Dari kesepuluh negara ini, Indonesia menempati peringkat lima tertinggi dengan angka kelahiran prematur sekitar 675.500 pada 2010.
 
Kelahiran prematur dapat menjadi penyebab komplikasi kondisi kesehatan, baik dalam jangka pendek seperti gangguan pernapasan dan peningkatan risiko infeksi. Sementara pada jangka panjang yaitu peningkatan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes dan juga ketertinggalan pertumbuhan.
 
Namun, hal ini bisa diatasi dengan menerapkan tata laksana dalam merawat anak prematur yang tepat. Berikut penjelasannya lebih lanjut oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatalogi Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), M. Azharry Rully.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meski lahir prematur, anak masih memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya, ada tata laksana tertentu yang bisa diikuti dan diterapkan oleh orangtua dari anak prematur agar si kecil bisa mengejar ketinggalan pertumbuhannya," ujarnya dalam Acara diskusi "Bicara Gozi: Upaya Pencegahan dan Tata Laksana Anak Prematur Agar Tumbih Kembang Optimal" oleh Danone Indonesia di Jakarta, Kamis, 14 November 2019.
 
Dokter Azharry melanjutkan, anak prematur kehilangan masa pertumbuhan yang seharusnya terjadi saat masih dalam kandungan. Nutrisi yang diterima pada minggu-minggu awal setelah kelahiran diperlukan untuk membantu kejar tumbuh, sehingga mengurangi risiko terjadinya masalah dalam tumbuh kembang si kecil.
 
Air susu ibu (ASI) sangat direkomendasiman, karena memiliki nutrisi paling baik untuk anak prematur. Tak hanya itu, dukungan dari lingkungan keluarga sekitar dalam merawat anak prematur menjadi faktor penting dalam perkembangan kesehatan anak.
 
Berikut tata laksana yang dapat diikuti orang tua dalam merawat anak prematur:
1. Karena kondisi kesehatannya, anak prematur atau berat lahir rendah lebih rentan untuk mengalami hipotermia. Pastikan setelah memandikan, anak-anak benar-benar kering dan segera selimuti untuk menjaga suhu tubuhnya.
 
2. Ibu juga dapat mempraktikkan mode kanguru, yaitu menghangatkan anak baru lahir menggunakan suhu tubuh ibunya. Selain menghangatkan tubuh anak, metode ini dipercaya dapat meningkatkan berat badan bayi dengan cepat dan memperkuat ikatan antara ibu dengan anak.
 
3. Untuk menjaga berat badan anak setelah lahir, berikan ASI sesering mungkin walaupun waktu menyusuinya pendek. Setidaknya sekali dalam dua jam.
 
4. Jika anak belum bisa menyusui, maka ASI perah dapat diberikan sebagai pendukung seperti sendok atau gelas. Selain sebagai sumber nutrisi, ASI dapat meningkatkan imunitas dan perkembangan tubuh anak.
 
Pemantauan pertumbuhan anak menggunakan grafik pertumbuhan juga berperan penging untuk memastikan keberhasil kejar tumbuhnya. Lakukanlah cara ini agar bayi prematur tidak ketinggalan pertumbuhannya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif