Lingkungan yang Sehat Turunkan Risiko Stres pada Anak
"Studi kami mengindikasikan kualitas lingkungan di mana seorang anak tumbuh dan beberapa faktor dapat memberi efek protektif pada kesehatan mereka," tukas Danielle Roubinov, Asisten Profesor dari University of California, San Francisco. (Foto: Priscilla D
Jakarta: Stres bisa menyerang siapapun, termasuk anak-anak. Untuk mencegahnya, usahakan agar si kecil selalu dikelilingi lingkungan yang ramah. Sebuah penelitian menemukan bahwa hormon stres pada anak cenderung menurun bila akses ruangan hijau, udara bersih dan lingkungan sekitar terbuka lebar. 

Penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Psychosomatic Medicine tersebut menunjukkan bahwa kadar kortisol rata-rata, penanda biologis pada respons stres tubuh, pada anak-anak dengan lingkungan buruk lebih tinggi.

"Studi kami mengindikasikan kualitas lingkungan di mana seorang anak tumbuh dan beberapa faktor dapat memberi efek protektif pada kesehatan mereka," tukas Danielle Roubinov, Asisten Profesor dari University of California, San Francisco.


Ia menambahkan, kortisol adalah ukuran gairah stres biologis, di mana peningkatan kadar dapat menimbulkan risiko tertentu pada kesehatan fisik dan mental yang lebih buruk pada anak-anak. 


(Penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Psychosomatic Medicine tersebut menunjukkan bahwa kadar kortisol rata-rata, penanda biologis pada respons stres tubuh, pada anak-anak dengan lingkungan buruk lebih tinggi. Foto: Jared Sluyter/Unsplash.com)

(Baca juga: Trik Agar Tubuh Anak Berkembang dengan Maksimal)

Kadar kortisol tinggi berkatian dengan peningkatan gula darah dan tekanan darah, nyeri punggung, penipisan tulang, obesitas, insomnia, kecemasan dan kelelahan.

Para peneliti membandingkan kadar hormon stres kortisol dalam kelompok anak TK. Para peneliti juga meminta para guru dan orang tua untuk melaporkan tentang kesehatan anak-anak secara keseluruhan dan setiap gangguan yang dapat mencegah mereka berpartisipasi dalam kegiatan yang diinginkan.

Mereka menemukan bahwa 113 anak-anak berpendapatan rendah yang tinggal di lingkungan miskin berada di persentil ke-75 ketika terkait masalah kesehatan, sementara 32 anak-anak berpenghasilan rendah di lingkungan dengan sumber daya yang lebih baik mendapat nilai di persentil ke-55.

"Kualitas lingkungan dinilai dengan ukuran yang mengevaluasi akses ke ruang hijau, paparan racun lingkungan, ketersediaan pusat pendidikan anak usia dini dan toko kelontong yang menjual makanan sehat," kata Roubinov.






(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id