Penting bagi suami untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai persalinan normal atau melalui operasi caesar.(Foto Ilusrasi: Pixabay/Pexels)
Penting bagi suami untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai persalinan normal atau melalui operasi caesar.(Foto Ilusrasi: Pixabay/Pexels)

Tips Suami Mempersiapkan Persalinan Istri

Rona kehamilan
Raka Lestari • 16 Juni 2019 13:03
Bagi suami yang ingin menanti kelahiran sang bayi, pastinya sangat memperhatikan kondisi istri. Sebaiknya, ikuti beberapa langkah yang disarankan oleh Nina Spears, yang merupakan seorang pendamping ibu melahirkan, yang juga baby planner.
 

Jakarta: Masih banyak suami yang belum memahami apa saja yang terjadi selama persalinan istri dan apa saja yang harus mereka lakukan. Tidak seperti di televisi atau film, melahirkan di dunia nyata membutuhkan waktu yang sangat lama.
 
Namun waktu persalinan yang lama tentunya tidak akan berarti setelah mereka melihat bayi mereka lahir dengan selamat. Apalagi jika mereka baru pertama kali memiliki anak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut ini adalah beberapa tips bagi para suami untuk membantu istri yang sedang bersalin dari Nina Spears, seorang doula dan juga baby planner:

Bantu pasangan dalam menghitung kontraksi

Jika kontraksi yang dialami oleh istri Anda belum terlalu intens, Anda tidak perlu menghitungnya. Namun jika Anda dan pasangan mulai menyadari bahwa rentang waktu kontraksi sudah semakin dekat, dan pasangan Anda mengatakan bahwa kontraksi tersebut semakin kuat, itu saat yang tepat untuk mulai menghitung waktu mengetahui seberapa lama, serta rentang waktu dari satu kontraksi dengan kontraksi lainnya.

Jangan datang terlalu awal ke rumah sakit

Ketika istri Anda mengatakan bahwa mereka mengalami kontraksi, jangan langsung terburu-buru ke rumah sakit. Jika kontraksi yang dirasakan masih belum intens, di mana kontraksinya tidak cukup sering, cukup kuat, dan leher rahimnya mungkin belum cukup melebar untuk melakukan persalinan dan melahirkan. 
 
Untuk menghindarinya, cobalah untuk tidak terlalu terpaku pada waktu dan bantu pasangan mengalihkan perhatiannya dari kontraksi yang dirasakan. Pastikan istri Anda mendapatkan istirahat yang cukup, sehingga istri Anda memiliki energi yang cukup untuk mendorong bayi saat melahirkan.

Mencoba aktif

Selama persalinan awal, ingatkan istri Anda untuk tetap terhidrasi dan minum banyak cairan. Tuangkan segelas air, atau minuman untuk mencegah dehidrasi atau teh herbal untuk mencegah dehidrasi.
 
Pastikan istri Anda tidak makan sesuatu yang terlalu berat atau asam karena itu dapat menyebabkan dia muntah selama persalinan. Berikan camilan ringan seperti buah-buahan untuk menambah tenaganya.
 
Pada dasarnya, lakukan apa yang mereka butuhkan ketika istri Anda meminta Anda untuk melakukan sesuatu. Jika mereka mudah emosi atau mudah tersinggung jangan langsung marah karena istri Anda sedang mengalami rasa sakit dan membutuhkan dukungan Anda.

Ketahui apa yang mereka inginkan

Diskusikan dengan istri apa yang merek inginkan dan yang tidak mereka inginkan selama persalinan. Atau bisa juga dengan membuat birth plan sebelum waktu kelahiran.
 
Hal ini sangat penting karena selama proses persalinan, Anda harus bekerjasama dengan dokter dan bidan atau perawat. Itulah mengapa, komunikasi selama persalinan sangat penting karena untuk mengetahui apa yang istri Anda inginkan.

Bersikap fleksibel

Selama persalinan, cobalah untuk bersikap fleksibel. Mungkin saja kondisi bayi Anda mengalami sungsang atau terlilit tali pusar, dan perlu dilakukan operasi caesar. Jika hal itu terjadi, sangat penting untuk bersikap fleksibel selama bayi dan istri Anda selamat, serta kondisi bayi Anda normal. Penting juga untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai persalinan normal atau melalui operasi caesar.
 
Pentingnya Nutrisi dalam Masa Pra Kehamilan

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif