Ilustrasi-Antara
Ilustrasi-Antara

Mengapa Orang Berhutang?

Rona psikologi
Kumara Anggita • 10 Juli 2020 17:05
Jakarta: Berhutang bukanlah hal yang salah ketika itu bekaitan dengan kebutuhan mendesak. Sayangnya, ada orang yang memang hobinya berhutang.
 
Kira-kira apa alasan seseorang bisa jarang berhutang sementara yang lain tidak? Berikut penjelasannya oleh Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M.Psi dari Sahabat Kariib.
 
Menurut Steven, kondisi ini berkaitan dengan kontrol diri. Orang yang suka berhutang cenderung memiliki kontrol yang lebih lemah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Masalah perhutangan ini di psikologi sangat-sangat terkait dengan namanya self-control. Setiap orang punya kebutuhannya masing-masing, tujuan, dan keinginan. Namun ada beberapa orang bisa menunda keinginannya, ada juga yang harus langsung terpenuhi. Yang ingin langsung terpenuhi menggunakan jalan dengan berhutang,” ungkapnya saat dihubungi Medcom.id.
 
Berhutang wajar saja bila memang lebih digemari. Menurut Steven ini adalah cara yang cepat dan mudah untuk mendapatkan suatu kepuasan.
 
“Mereka punya kontrol diri kurang baik, sehingga mereka harus mencari jalan cepat atau langsung untuk mendapat keinginanan. Ini terjadi pada orang yang self-controlnya lemah atau kurang terbentuk dengan baik,” jelasnya.

Keuntungan dari menahan diri agar tidak berhutang

Namun bila dipikir-pikir, sesungguhnya behutang tidak terlalu menguntungkan. Menurut Yulius, ada istilah dari psikologi yang disebut dengan delayed gratification yang perlu orang-orang coba.
 
Delayed gratification adalah kepuasan yang didapat karena kita telah berhasil menunda keinginan kita. Misalnya kita nabung uang beli mobil secara cash, itu adalah salah satu contoh delayed gratification. Kita kumpulin uang dulu lalu membeli keinginan kita,” jelas Steven.
 
“Dengan ini, orang-orang itu akan dapat kepuasan yang lebih, walaupun barangnya sama. Namun nilai kepuasannya akan lebih bagus ketika seseorang bisa menunda,” lanjutnya.
 
Delayed gratification ini bisa membuat Anda puas karena ternyata bisa menahan diri, sabar, rasional, risiko menyesal rendah, atau bahkan mendapatkan keuntungan secara finansial (bila dalam konteks menyicil yang ada bunganya)
 
“Sementara kalau langsung beli dengan sistem cicil, pasti kepuasannya tak akan sepuas yang orang menabung tadi karena kita tak tahu apakah itu adalah keinginan kita terdalam,” jelasnya.
 

(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif