Anak meniru apa yang mereka lihat dan dengar dari komedi situasi dan kartun. (Foto: Pixabay)
Anak meniru apa yang mereka lihat dan dengar dari komedi situasi dan kartun. (Foto: Pixabay)

Empat Cara Jitu Mengatasi Anak yang Berkata Kasar

Rona tumbuh kembang anak
Anda Nurlaila • 10 September 2019 05:52
Jakarta: Saat mendengar anak berkata kasar untuk pertama kalinya, Anda mungkin terkejut atau bahkan tertawa. Tapi jika anak mulai sering menggunakan kata-kata tidak sopan dan perilaku kasar, orang tua perlu melakukan tindakan nyata mengatasinya.
 
Seringkali orang tua bertanya-tanya darimana si kecil belajar kata kasar dan berperilaku buruk? Kalau menurut Audrey Ricker, penulis Backtalk: Four Steps to Ending Rude Behavior in Your Kids  kepada Parents, media memberikan pengaruh besar untuk itu.
 
Ricker menjelaskan, anak meniru apa yang mereka lihat dan dengar dari komedi situasi dan kartun. Ditambah lagi, budaya kita sebenarnya mendorong hal tersebut. Seringkali orang tua mengatakan anak kecil bersikap tegas atau membela diri, ketika mereka berperilaku dan berkata tidak sopan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kendati hal tersebut mungkin saja benar, tidak ada orang tua yang mau diperlakukan kasar oleh anak. Perilaku tersebut tidak akan bagus jika dibawa ke dunia yang lebih besar," kata Ricker.
 
Ada beberapa cara untuk mengatasi hal tersebut:
 
1. Beritahukan konsekuensi perilaku anak
 
Putuskan konsekuensi yang akan Anda terapkan jika anak berbicara kasar kepada Anda. Anda harus menarik sesuatu yang dia sukainya dalam 24 jam ke depan. Contohnya termasuk menonton acara TV favorit atau main ke rumah teman.
 
2. Tanggapi dengan tegas
 
Ketika anak berbicara kasar, katakan 'Bahasa atau nada itu tidak dapat diterima. Akibatnya, Anda tidak akan mengajak dia bermain ke rumah temannya.
 
3. Hindari diskusi lebih lanjut
 
Jangan menawarkan kesempatan kedua. Jangan bernegosiasi. Hindari kata "jika" seperti "Jika Anda melakukannya lagi, saya akan ...". Itu membuat Anda terdengar lemah, bukannya tegas dan anak akan memahaminya.
 
"Orang tua cenderung terlalu banyak bicara. Mengambil tindakan jauh lebih efektif," terang Ricker.
 
4. Abaikan pembicaraan kasar yang berlanjut
 
Jangan tertarik untuk menjelaskan atau membenarkan posisi Anda. Di sisi lain, jangan menghukum anak lagi jika dia membalas Anda ketika Anda memaksakan konsekuensinya. Perlakukan hal itu sebagai satu kejadian.
 
Ricker mencatat bahwa melaksanakannya tidak mudah. Sulit untuk mengambil sesuatu yang Anda janjikan agar Anda disukai anak.
 
"Tetapi anak-anak belajar dengan cepat. Setelah dua atau tiga insiden anak melihat Anda bersungguh-sungguh, dia akan menghentikan kata kasarnya," tutup Ricker.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif