Untuk mengendalikan anak saat orang tua bertugas di tengah kondisi ricuh ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Indrianto Eko Suwarso (STR)/Antara)
Untuk mengendalikan anak saat orang tua bertugas di tengah kondisi ricuh ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Indrianto Eko Suwarso (STR)/Antara)

Mengendalikan Anak Saat Orang Tua Bertugas di Tengah Kerusuhan

Rona keluarga
Sunnaholomi Halakrispen • 27 Mei 2019 18:05
Untuk mengendalikan anak saat orang tua bertugas di tengah kondisi ricuh ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan yaitu pamit kepada anak, manfaat waktu semaksimal mungkin agar komunikasi terus berjalan.
 

 
Jakarta: Seorang bapak yang sedang bertugas menatap layar telepon. Sambil duduk di tengah jalan yang sudah ditutup, ia menyandarkan sesama bahu teman karena lelah. Tapi rasa rindu tetap saja ada, menyapa sang anak nan jauh di sana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Foto tersebut sempat viral karena tergambar suasana haru dalam berkomunikasi antara orang tua dengan sang anak. Komunikasi memang penting dan harus dijalin demi tumbuh kembang si buah hati.
 
Dalam kondisi apapun meskipun bertugas, orang tua tidak boleh meninggalkan peran ganda yang melekat pada dirinya. "Sebagai pembimbing, pengasuh, dan pengayom keluarga. Tidak bisa peran orang tua hanya diserahkan pada ibu atau ayah semata," ujar Dr. dr. Jo Edy Siswanto Sp.A (K), dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta, kepada Medcom.id di Jakarta.
 
Untuk mengendalikan anak saat orang tua bertugas di tengah kondisi ricuh, ada sejumlah tahapan:
 
Mengendalikan Anak Saat Orang Tua Bertugas di Tengah Kerusuhan
(Komunikasi memang penting dan harus dijalin demi tumbuh kembang si buah hati. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

1. Pertama, berpamitanlah ke anak sebelum pergi dari rumah untuk bekerja

Anda bisa memberikan penjelasan kepada anak tentang pekerjaan Anda dan bagaimana tugas Anda. Beritahulah dengan bijaksana sesuai kemampuan penangkapan dan kemampuan diskusi berdasarkan usia anak Anda.
 
Ini agar anak memahami mengapa Anda tidak selalu berada di rumah. Dr. Jo menyatakan bahwa anak akan bangga dengan pekerjaaan orang tuanya, bahkan menjadi panutan bagi anak.

2. Kedua, manfaatkan waktu di rumah dengan baik

Anda bisa melakukan kegiatan apapun bersama anak. Ini penting untuk menjaga kedekatan dengan sang anak.

3. Sempatkan

Kemudian, jika waktu Anda memungkinkan, sempatkan untuk makan bersama minimal sekali seminggu.

4. Cerita

"Keempat, janjikan waktu liburan bersama yang harus direalisasikan. Lalu, tengok anak saat bisa pulang ke rumah. Usahakan bisa berdoa bersama, dan ceritakan masing-masing kisah hari ini yang dikerjakan," papar Dr. Jo.
 
Anda bisa menanyakan kisah dan kemajuan anak selama di sekolah, tentang para guru dan teman, atau kesulitan yang dialami. Selanjutnya, tanyakan kepada anak terkait rencana kegiatannya untuk esok hari.
 
Biasanya karena alasan waktu, orang tua enggan berkomunikasi dengan anaknya. Tiba di rumah hanya beberapa jam dan digunakan untuk tidur. Namun, yang penting bukan lamanya waktu, tapi kualitas pada saat bersama dan bertemu.
 
Ya, tidak ada alasan. Anda bisa memanfaatkan gadget dan berbagai perangkat teknologi bila pertemuan langsung terhambat. Terlebih ketika Anda mendapatkan tugas yang menyita waktu untuk pulang ke rumah.
 
Hal utama yang harus ditekankan pada orang tua adalah tumbuh kembang anak akan maksimal bila masing-masing dari orang tua memberikan peran sesuai porsinya. Penekanan pada istilah asih, asah, dan asuh.
 
"Contoh teladan, perhatian, dan waktu sangat penting di usia anak yang masih bertumbuh. Sifat, sikap, dan pestasi yang baik akan lebih berhasil dan menonjol pada anak yang bertumbuh pada lingkungan keluarga yang harmonis," pungkasnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif