Mengapa Bayi Sering Memasukkan Jari ke Mulut?
Salah satu kebiasaan bayi adalah memasukkan jari-jari mereka ke dalam mulut. (Foto: Echo Grid/Unsplash.com)
Jakarta: Salah satu kebiasaan bayi adalah memasukkan jari-jari mereka ke dalam mulut. Namun terkadang, jari-jari tangan mereka belum dapat dipastikan kebersihannya sehingga jika mereka memasukkan jari-jari mereka mungkin saja kuman yang ada di jari tangan bisa masuk ke dalam tubuh mereka.

Para bayi memasukkan jari tangannya ke dalam mulut mereka karena beberapa alasan salah satunya adalah karena tumbuh gigi. Babies Online menjelaskan bahwa memasukkan jari-jari tangan ke dalam mulut mereka adalah sesuatu yang normal, itu juga bisa menjadi tanda tumbuhnya gigi bayi dan cara bayi menenangkan dirinya ketika lelah atau mulai merasa rewel.

Memasukkan jari tangan ke dalam mulut mereka merupakan sebuah pencapaian awal yang cukup bagus. Bayi Anda akan mulai memasukkan jari tangan ke dalam mulutnya sekitar usia satu atau tiga bulan, menurut Parenting Counts. 



(American Dental Association melaporkan, "Mengisap jempol, jari, dot atau benda lain dapat membuat bayi merasa aman dan bahagia serta membantu mereka belajar tentang dunia mereka." Foto: Courtesy of Napatcha/Fotolia)

(Baca juga: Rainbow Baby, Bayi Pemberi Harapan Baru)

Selain itu, bayi menghisap jari-jarinya merupakan kebiasaan yang memang sudah mereka lakukan sejak masih di dalam kandungan. Sering menghisap jari-jari tangan bisa menimbulkan dampak negatif bagi bayi karena dapat menyebabkan gigi mereka tumbuh tidak beraturan dan mulut berkembang secara tidak wajar. 

American Dental Association melaporkan, "Mengisap jempol, jari, dot atau benda lain dapat membuat bayi merasa aman dan bahagia serta membantu mereka belajar tentang dunia mereka." 

Kebanyakan bayi sudah tidak menghisap jari-jari tangan mereka lagi ketika memasuki usia 2-4 tahun, atau sebelum gigi permanen mulai tumbuh.





(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id