Ada beberapa cara membangun ikatan dengan anak di setiap usia. Berikut ini informasinya. (Foto: Pexels.com)
Ada beberapa cara membangun ikatan dengan anak di setiap usia. Berikut ini informasinya. (Foto: Pexels.com)

Rumus Merekatkan Hubungan Orang tua-Anak di Segala Usia

Rona keluarga
Anda Nurlaila • 25 April 2019 12:00
Terapis anak dan remaja Lauren Mosback mengatakan komunikasi dan saling terbuka antara orang tua dan anak menciptakan paling kuat. Pada usia prasekolah misalnya, manfaatkan rasa kagum anak pada kejadian sehari-hari untuk menjalin ikatan pada Anda orang tuanya.
 

 
Jakarta:
Membangun ikatan yang kuat antara orang tua dan anak membutuhkan usaha yang disengaja dan terus menerus. Sejak usia bayi, balita, prasekolah dan sekolah dasar komunikasi dan ikatan dapat dibangun dengan banyak cara menyenangkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketika anak semakin besar dan mencapai usia remaja dan dewasa, pendekatan orang tua juga perlu penyesuaian. Sehingga, saat anak dewasa, ikatan anak-orang tua semakin kuat.
 
Terapis anak dan remaja Lauren Mosback mengatakan komunikasi dan saling terbuka antara orang tua dan anak menciptakan paling kuat.
 
"Anak-anak merasa mereka dapat secara terbuka mendiskusikan hampir semua hal dengan orang tua mereka. Sementara orang tua juga menciptakan batasan dan harapan yang sehat, menghargai pikiran anak-anak mereka, membuktikan emosi mereka, dan menghargai kejujuran mereka."
 
Seperti dikutip dari Parents, ada beberapa cara membangun ikatan dengan anak di setiap usia:

1. Prasekolah

Pada usia ini, manfaatkan rasa kagum anak pada kejadian sehari-hari untuk menjalin ikatan. "Semuanya baru, jadi hampir semua aktivitas bisa digunakan," kata Talley.
 
Luangkan waktu untuk menikmati hal-hal sederhana yang menurut anak menarik, seperti melempar bola ke lubang dalam permainan, bermain dengan gelembung di kamar mandi, atau menginjak genangan air. Manfaatkan minat mereka menunjukkan pada anak bahwa Anda peduli.


2. TK hingga kelas tiga SD

Begitu anak-anak mulai sekolah, mereka mengembangkan fungsi kognitif yang lebih besar dan lebih banyak kemampuan fisik. Libatkan mereka dalam aktivitas yang memungkinkan penguasaan keterampilan baru, seperti memanggang, menyeimbangkan di taman dan, tentu saja, membaca.
 
Membaca buku untuk anak penting, karena orang tua dapat memasukkan tema-tema kebaikan, persahabatan, harga diri, dan mengidentifikasi serta mengekspresikan perasaan.
 
"Ini membantu anak-anak mengembangkan pemahaman tentang hubungan yang sehat dan menciptakan ikatan orang tua-anak yang sehat," katanya.
 
(Baca juga: Kebahagiaan Ibu Pengaruhi Kebahagiaan Anak)
 
Rumus Merekatkan Hubungan Orang tua-Anak di Segala Usia
(Terapis anak dan remaja Lauren Mosback mengatakan komunikasi dan saling terbuka antara orang tua dan anak menciptakan paling kuat. Foto: Pexels.com)

3. Kelas empat sampai lima SD

Pada usia ini, anak-anak mulai mengembangkan rasa kemandirian dan otonomi yang lebih besar. Mereka dapat bereksperimen dengan hobi baru, seperti pelajaran musik atau tim olahraga.
 
Orang tua harus mendukung mereka. Munculkan permainan atau ajak anak Anda ke acara-acara profesional yang selaras dengan minat mereka, seperti pertandingan olahraga.
 
Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk mulai membangun percakapan yang sulit untuk mengantisipasi tahun-tahun remaja dan remaja, termasuk topik-topik seperti tekanan teman sebaya dan cinta diri.

4. Sekolah menengah pertama

Usia sekolah menengah dengan emosi yang besar dan perubahan hormon sangat memengaruhi ikatan orang tua-anak. Selama waktu ini yang terbaik adalah membiarkan anak memilih dan mengatur aktivitasnya sendiri.  
 
Namun Anda harus bersikeras anak harus menghabiskan waktu khusus bersama, setidaknya dua sampai tiga jam di akhir pekan. "Minta anak memutuskan beserta alasannya bagaimana mereka akan menghabiskan waktu khusus ini," kata Talley.
 
Dan jangan menanggapi sikap anak yang meledak-ledak secara pribadi.
 
"Anak sering mengeluarkan emosi mereka pada orang-orang yang mereka rasa paling dekat dengannya, sehingga orang tua dapat membantu anak melalui tahap ini dengan tetap tenang dan suara rasional. Mengingat bahwa ini adalah tahap yang sulit bagi anak mereka," kata Mosback.

5. Sekolah Menengah Atas

Di sekolah menengah, anak Anda berlatih menjadi orang dewasa dan kemungkinan lebih tertarik untuk menjalin ikatan dengan teman daripada dengan ibu dan ayah.
 
Sehingga penting memanfaatkan waktu bersama seperti saat mengemudi dan mengantarnya ke sekolah. Talley juga merekomendasikan untuk makan bersama anak setiap minggu. Jadikan waktu ini menyenangkan atau mendiskusikan masalah bila perlu.
 
Dia menekankan bahwa tekanan dan hukuman saat anak bersikap jujur akan membuatnya menghindar dari orang tua.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif