Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Menyimpan ASI

Yatin Suleha 19 Februari 2018 20:44 WIB
keluargakisah inspiratif
Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Menyimpan ASI
Putri Permatasari tak pantang menyerah dalam memanajemenkan ASI perahannya, meski sedang bertugas di luar negeri. Awal Februari 2018, selama satu pekan Ia berada di Roma, Italia. (Foto: Dok. Instagram Putri Permatasari/@put_per)
Jakarta: Memberikan ASI Eksklusif pada si kecil merupakan hal yang penting karena hanya ASI-lah asupan terbaik si kecil sampai ia berusia 6 bulan. Pemberian ASI Perah (ASIP) juga merupakan cara lain agar asupan si kecil terpenuhi. Hal inilah yang Putri Permatasari (29 tahun) lakukan. 

Ibu dari Raqila Adra Naratama (7 bulan 16 hari) yang berprofesi sebagai Presenter Liputan 6 ini tak pantang menyerah, meski sedang bertugas di luar negeri. Awal Februari 2018, selama satu pekan Ia berada di Roma, Italia. Ia bercerita pengalamannya membawa dan menjaga ASIP-nya agar saat pulang dapat dikonsumsi buah hatinya.   


(Putri saat sedang bertugas menjadi presenter. Foto: Dok. Instagram Putri Permatasari/@put_per)


Empat Manajemen ASI Ala Putri
Menurut Putri, manajemen ASI saat tugas di luar negeri tentu membutuhkan banyak persiapan. “Yang pertama pastinya harus tahu jadwal perjalanan ataupun pekerjaan yang akan dilakukan di sana. Karena itu akan berhubungan dengan seberapa lama ASI kita akan berada di tas ASI yang hanya mengandalkan ice gel dengan ketahanan kurang lebih 13 jam,” ucap Putri.

“Kedua, karena saya tahu tugas saya di Roma beberapa waktu lalu adalah meliput, jadi saya selalu bawa 2 ice gel di dalam thermal bag, tidak lupa membawa peralatan tempur untuk memompa ASI, seperti mesin pompa, botol pompa hingga kantong ASIP-nya,” tambah Putri. Dirinya juga membekali diri dengan spidol untuk menandai kapan ASIP tersebut diperah. 

Langkah ketiga yang tak kalah penting adalah persiapan mental. “Tidak hanya mental saya agar selalu rajin untuk memompa ASI tapi juga mental orang atau pun keluarga yang ditinggal di rumah. Mereka harus paham bahwa kebutuhan si kecil atas ASI bisa 700 liter per hari di luar makan, tentu akan ada banyak effort yang akan dikeluarkan untuk menyiapkan ASI dan memastikan ASI tidak terbuang percuma.”

Ke empat tentu menabung ASI sebelum ke luar negeri. “Sebenarnya produksi ASI saya sudah tidak sebaik waktu bayi baru lahir hingga bayi berusia 5 bulan. Namun produksi yang semakin sedikit ini, tidak menyurutkan niat saya untuk selalu mompa berapa pun yang saya dapat,” yakinnya lagi.

(Baca juga: ASI Berkontribusi dalam Meningkatkan Kualitas SDM)



(Putri juga pandai melihat situasi karena Ia selalu memastikan ASI perahannya harus tersimpan baik dan tak sungkan untuk menyimpan ASIP dan thermal bagnya. Salah satunya ketika sedang memandangi keindahan sungai Tiber dan Vatikan. Foto: Dok. Instagram Putri Permatasari/@put_per)

Taktik Menyimpan ASI 
Di mana dan kapan saja memerah ASI dilakukan? "Yang jelas begitu sampai pesawat ketika mau take off Roma saya langsung mompa. ASI yang saya kumpulkan selama kurang lebih 16 jam perjalanan itu, saya titipkan di chiller pesawat karena saya kuatir suhu ice gel semakin turun. Nah, di pesawat pun saya titip ice gel-nya untuk dimasukan ke lemari es, supaya ice gel tetap dingin,” ucap wanita berzodiak Gemini ini.

Rupanya Putri juga pandai melihat situasi karena Ia selalu memastikan ASI perahannya harus tersimpan baik dan tak sungkan untuk menyimpan ASIP dan thermal bagnya. "Di Ponte St. Angelo, di dalam bus setiap perjalanan ke tujuan-tujuan berikutnya, di resto, di lounge, di pesawat bisa 3-5 kali, di dalam Palazzo di Congressi (gedung kongres) tapi itu setelah semua kegiatan selesai, tapi best spot di Ponte St. Angelo (pemandangannya sungai Tiber dan Vatikan)," kenang Putri.

Saat menyimpan ASIP pun dirasa Putri nyaris tanpa hambatan. "Mereka sangat mendukung. Kalau laki-laki harus dijelaskan dulu (bahwa yang disimpan adalah ASIP). Kalau perempuan, sangat support."

"
Sampai aku bilang dalam bahasa Inggris 'Semoga Anda mengerti kebutuhan saya,' dia jawab 'Saya juga seorang ibu, saya paham dan pernah berada di posisi Anda.'  Perasaan saya begitu tenang dan terharu. Allah memudahkan jalan saya untuk menabung ASI di sana," kenang Putri.

Pun menyimpan ASI di kamar hotel akan dipindah jika dirasa kulkas tak terlalu dingin. “Kalau kulkas kamar kurang dingin saya simpan di kulkas hotel,” tambah Putri.


("Jangan sedih jangan bimbang, meski saya banyak gembolan, ini karena saya tetap berjuang memerah ASI di negeri Roma," ucap dalam akun Instagramnya. Foto: Dok. Instagram Putri Permatasari/@put_per)

Kenyataan yang Tak Seindah di Bayangan
Perjuangan Putri memerah ASI selama 6 hari ini ternyata tak seindah di bayangan karena ternyata ASI terlanjur cair. “ASIP beku yang saya bawa pulang dari Roma ke Indonesia sekitar kurang lebih 4000 cc mencair begitu saya cek sampai di Jakarta. Aturannya jika ASIP beku mencair maka tidak boleh dikonsumsi oleh bayi dan tidak boleh dimasukkan ke dalam kulkas, kecuali masih ada titik bekunya.”

1000 cc ASIP yang tersisa masih bisa membuatnya bahagia karena perjuangannya untuk memberikan yang terbaik bagi si kecil dilakukan sebisa mungkin dalam situasi bekerja dan berbeda zona waktu.

“Sedih memang, tapi paling tidak saya puas saya tetap berusaha dan meniatkan hati untuk terus mompa demi tidak turun produksi. Meski ASIP saat ini semakin tiris, saya masih semangat untuk terus memberikan ASI Ekslusif pada buah hati saya dengan terus berusaha, menyusui sesering mungkin, mompa sesering mungkin, dan meyakinkan diri bahwa saya bisa. Teruslah mengASI- selagi bisa, karena setetes ASI pun berharga untuk bayi.”











(FIT)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id