Survei: Kebiasaan Pamer Terselubung Dianggap Menyebalkan

Sri Yanti Nainggolan 14 Januari 2018 13:54 WIB
survei
Survei: Kebiasaan Pamer Terselubung Dianggap Menyebalkan
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa suka pamer secara terselubung (humblebragging) membuat orang semakin membenci Anda karena membuat Anda terlihat tidak tulus. Jadi, lebih baik pamer secara langsung.

Menurut Urban Dictionary, pamer terselubung adalah bentuk promosi diri dimana seseorang membuat dirinya, hampir bawah sadar,  membual tentang diri sendiri dalam konteks pernyataan atau keluhan yang rendah hati. Sementara, semua orang yang mendengarnya menganggap orang tersebut mengesalkan.

Menurut penelitian dari sembilan studi yang dilakukan oleh Harvard Business School dan the Kenan-Flagler Business School di University of North Carolina Chapel Hill tersebut, pamer terseblubung umumnya ditutupi dengan keluhan atau kerendahan hati.


Saat mereka mensurvei 646 orang, sekitar 70 persen dari partisipan mengaku sering mendengarkan kesombongan yang ditutupi tersebut. Sebanyak 60 persen dari mereka sering mendengar tipe pamer terselubung yang berkesan komplain, misalnya, "Saya benci terlihat sangat muda, seperti terlihat 19 tahun!" atau "Mengapa saya selalu diminta melakukan pekerjaan yang paling penting?"

Berdasarkan sebuah eksperimen yang dibuat untuk mengetahui bagaimana perasaan orang pada tukang pamer tersembunyi, ternyata secara keseluruhan, pamer terselubung kurang efektif daripada membual biasa.

Pamer terselubung membuat orang menjadi lebih tak suka daripada pamer langsung dan membuat mereka malam membantu permintaan pelaku, terutama terkait finansial.

Tukang pamer terselubung yang berbasis komplain adalah yang paling tak disukai.

"Jika Anda ingin mengumumkan sesuatu, langsung saja katakan, atau setidaknya promosikan diri sendiri, lakukan dengan tulus. Atau biarkan orang lain yang memamerkan Anda, itulah yang terbaik," saran pemimpin studi Ovul Szer.





(DEV)