Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

Kebiasaan Buruk saat Berkirim Pesan

Rona media sosial
Anda Nurlaila • 15 Agustus 2019 11:23
Tanpa disadari ada beberapa kebiasaan dalam berkirim pesan yang dapat menganggu orang lain. Salah satunya tanda baca titik cara tepat mengakhiri kalimat.
 

Jakarta: Berkirim pesan lewat media sosial adalah hal yang jamak baik untuk kepentingan pribadi, bisnis hingga grup dan komunitas. Isinya beragam, mulai dari yang berhubungan dengan pekerjaan hingga privasi.
 
Namun tanpa disadari ada beberapa kebiasaan dalam berkirim pesan dapat menganggu orang lain. Mengutip Reader Digest, ada beberapa kebiasaan buruk saat berkirim pesan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menggunakan titik
 
Memang tanda baca titik cara tepat mengakhiri kalimat, tapi ini membuat Anda tampak tidak tulus. Para peneliti di Binghamton University menunjukkan kepada peserta studi serangkaian pesan pendek berupa tulisan tangan atau pesan teks di ponsel. Pesannya adalah undangan, diikuti oleh respons satu kata: Tentu, Oke, Ya, atau Yup dan ditunjukkan dengan tanda titik dan tanpa tanda.
 
Dalam pesan teks, respons yang diakhiri dengan titik dinilai sebagai kurang tulus daripada yang tanpa tanda baca. Efeknya tidak sama dengan tulisan tangan. Dalam studi lanjutan yang belum dipublikasikan, peneliti menemukan bahwa respons teks dengan tanda seru dapat membuat pesan Anda tampak lebih tulus daripada tanpa tanda seru.
 
Tidak memeriksa ejaan
 
Kesalahan ketik dan tata bahasa yang salah merupakan kesalahan terbesar pria dan wanita lajang, menurut survei Match.com. Hal menjengkelkan lainnya adalah jawaban singkat  “k” dan “keren.” Sedikit usaha saat berkirim pesan lebih mungkin memuluskan hubungan.
 
Meminta maaf lewat teks
 
Sebenarnya Anda tidak minta maaf. Anda tidak menatap mata mereka saat minta maaf. Dan mereka tidak berkesempatan melihat apakah Anda tulus. Ilmuwan sosial MIT Sheryl Turkle kepada Tech Insider mengatakan, "Permintaan maaf tatap muka adalah cara klasik untuk belajar empati," katanya.”Mengirim pesan permintaan maaf tidak tragis, tetapi lebih baik jika Anda melakukannya secara langsung.
 
Mengedit teks di tengah-tengah
 
Teman Anda mengirim pesan untuk mengetahui apakah Anda marah dengan komentarnya malam sebelumnya. Anda akan menjawabnya tidak masalah dengan itu. Saat  menulis jawabannya, Anda menghapusnya karena ingin mengajaknya makan malam dan mencari jadwal yang tepat.
 
Namun, di ponselnya yang terlihat adalah Anda sedang menulis. Dalam pikirannya, Anda mungkin sedang mengedit makian untuknya. Jadi, sebelum mengetik pikirkan lebih dulu apa yang akan Anda sampaikan.
 
Menulis pesan saat di bioskop
 
Bioskop menempati urutan pertama tempat paling menjengkelkan seseorang menggunakan ponsel, menurut Tren dalam Laporan Mobilitas Konsumen dari Bank of America.
 
Walaupun tidak menelepon, cahaya ponsel Anda mengganggu semua orang di sekitar. Institusi agama dan restoran berada di urutan kedua dan ketiga tempat paling menyebalkan membuka ponsel. Survei juga  menemukan bahwa empat dari 10 orang mengirim pesan teks saat makan, dan sekitar sepertiga responden memeriksa ponsel di tengah percakapan.
 
Mengirim satu suku kata per teks
 
Sebuah antiklimaks ketika melihat sembilan pesan teks baru yang sebenarnya menjelaskan satu hal. Dan jika salah satu teks tersesat di dunia maya, itu bahkan lebih sulit untuk diikuti.
 
Mengirim pesan otomatis
 
Saat menelepon teman Anda dia tidak mengangkatnya karena sibuk atau sedang mengemudi. Atau dia belum dapat berbicara dengan Anda saat itu. Namun perlu diingat, jika bukan dalam keadaan darurat, pesan otomatis benar-benar tidak perlu.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif