Pakar pendidikan seks Melissa Carnagey mengatakan mengenalkan anggota tubuh termasuk kelamin merupakan pelajaran seks sejak dini. (Foto: Sweet Ice Cream Photography/Unsplash.com)
Pakar pendidikan seks Melissa Carnagey mengatakan mengenalkan anggota tubuh termasuk kelamin merupakan pelajaran seks sejak dini. (Foto: Sweet Ice Cream Photography/Unsplash.com)

Cara Orang Tua Kenalkan Nama Alat Kelamin pada Anak

Rona keluarga
Anda Nurlaila • 22 Januari 2019 19:25
Jakarta: Seiring pertumbuhan, anak kian tertarik mengeksplorasi bagian-bagian tubuh mereka, termasuk alat kelamin. Namun seringkali orang tua risih mengenalkan alat kelamin dengan nama sebenarnya.
 
Alih-alih menyebut alat kelamin anak laki-laki "penis", orang tua menyebutnya "burung".  Akibatnya anak akan lebih mengenal kelaminnya sebagai burung.
 
Pakar pendidikan seks Melissa Carnagey mengatakan mengenalkan anggota tubuh termasuk kelamin merupakan pelajaran seks sejak dini sekaligus menghindari perilaku penyimpangan seks.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Carnegey mengatakan alat kelamin sama seperti anggota tubuh lainnya seperti siku, lutut dan dan hidung. "Sehingga sebutan penis, vulva, vagina dan anus tidak boleh berbeda dengan anggota tubuh lain".
 
Pakar pendidikan seks Lydia M. Bowers seperti dikutip dari Huffington Post mengatakan anak perlu diajarkan untuk menyebut bagian dari organ kelamin dengan nama sebenarnya.
 
(Baca juga: Pendidikan Seksual Anak Harus Jadi Perhatian)
 

(Pakar pendidikan seks Melissa Carnagey mengatakan mengenalkan anggota tubuh termasuk kelamin merupakan pelajaran seks sejak dini sekaligus menghindari perilaku penyimpangan seks. Foto: Sai De Silva/Unsplash.com)
 
"Penis, testis, vulva dan vagina bukan kata-kata kotor. Orang tua harus nyaman menggunakan istilah ini untuk menerangkan kepada anak," ujarnya.
 
"Ketika kita menghindari menyebut nama organ intim yang sebenarnya, kita menanamkan rasa malu bahwa bagian tubuh itu sesuatu yang kotor, memalukan sehingga harus disembunyikan."
 
Bowers menyebut penggunaan istilah sebenarnya mempersiapkan anak percaya diri jika mengalami perubahan atau sakit di organ tersebut.
 
Manfaat lainnya mengajarkan anak agar tubuh mereka tetap bersih dan sehat. "Untuk menjaga kebersihan ada perbedaan antara membersihkan penis dan vulva," katanya.
 
Penamaan alat kelamin secara benar membuat anak dapat berkomunikasi dengan baik jika tidak ingin disentuh. Di rumah, orang tua perlu menetapkan batasan mengungkap kasih sayang yang berkaitan dengan tubuh.
 
Orang tua tidak boleh memaksa anak untuk mencium atau memeluk orang lain meskipun di antara saudara atau keluarga.
 
"Tanyakan kepada anak apakah mereka mau dipeluk atau disentuh bukan dengan menyuruh mereka memeluk atau mencium," ujar Carnegey.  
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi