Ada beberapa kesalahan pemasangan car seat yang kerap dilakukan orang tua. Cari tahu apakah Anda juga melakukannya dan segera perbaiki. (Foto: Courtesy of Odua Images/Shutterstock)
Ada beberapa kesalahan pemasangan car seat yang kerap dilakukan orang tua. Cari tahu apakah Anda juga melakukannya dan segera perbaiki. (Foto: Courtesy of Odua Images/Shutterstock)

Delapan Kesalahan saat Pasang Kursi Pengaman Anak di Mobil

Rona keluarga
Anda Nurlaila • 20 Mei 2019 09:00
Direktur penelitian untuk pengobatan darurat di Rumah Sakit Anak Philadelphia Dennis R. Durbin mengatakan, kursi anak sangat penting. Jika dipasang dengan benar kursi khusus anak dapat menjaga anak saat terjadi kecelakaan dengan sedikit atau tanpa cedera. Baca instruksi manual kursi mobil. Car seat harus dipasang menggunakan sistem LATCH atau sabuk pengaman yang terkunci untuk mengamankannya.
 

Jakarta: Salah satu bagian paling penting dari peralatan keselamatan selama perjalanan menggunakan mobil adalah kursi khusus anak. Sayangnya, banyak orang tua tanpa sadar melakukan kesalahan berbahaya saat memasang dan memakaikannya pada anak dan bayi. 
 
Banyak kursi mobil khusus anak yang tidak dipasang dengan benar. Dokter anak Benjamin Hoffman mengatakan, "Meskipun ada perbaikan desain, orang tua masih sering bingung memasangnya. Dari pengecekan 4.000 kursi, hanya ada 13 kursi yang dipasang dengan benar," katanya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur penelitian untuk pengobatan darurat di Rumah Sakit Anak Philadelphia Dennis R. Durbin mengatakan, kursi anak sangat penting. Jika dipasang dengan benar kursi khusus anak dapat menjaga anak saat terjadi kecelakaan dengan sedikit atau tanpa cedera.
 
Mengutip Parents, ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan orang tua. Cari tahu apakah Anda juga melakukannya dan segera perbaiki. 

1. Kesalahan #1
Kursi mobil terlalu longgar 

Cara menguji: Pegang kursi mobil bagian bawah dengan kedua tangan. Seharusnya kursi keselamatan tidak dapat digerakkan ke sisi kanan-kiri atau depan-belakang lebih dari satu inci saat ditarik di jalur sabuk. 
 
Jika bisa tertarik, berarti kursinya masih longgar. Ini adalah kesalahan yang paling banyak dilakukan orang tua saat memasang kursi anak di mobil.
 
Bahayanya: Dalam tabrakan, seorang anak di kursi yang longgar bisa menabrak bagian belakang kursi depan. Anak dapat mengalami cedera serius di wajah dan kepala.
 
Perbaikan: Baca instruksi manual kursi mobil. Car seat harus dipasang menggunakan sistem LATCH atau sabuk pengaman yang terkunci untuk mengamankannya. Jika memilih untuk menggunakan sabuk pengaman untuk memasang kursi mobil, letakkan lutut di kursi, dan letakkan semua beban Anda di dalamnya. 
 
Gunakan lengan Anda untuk kursi bayi, lalu kencangkan sabuk pengaman seketat mungkin. Kemudian kunci sabuk pengaman. Ini langkah yang banyak dilewatkan orang tua. 

2. Kesalahan # 2
Sabuk pengaman terlalu longgar

Cara menguji: Setelah mengencangkan anak di kursinya, jika masih bisa mengikat tali pengaman di antara jari-jari Anda, berarti sabuknya terlalu longgar. 
 
Bahaya: Jika sabuk pengaman longgar, anak akan mudah terlepas dari tempat duduk dalam kecelakaan. Anak dapat terluka parah jika menabrak bagian interior mobil atau penumpang lain. Skenario terburuk, anak dapat terlontar dari mobil. 
 
Perbaikan: Kencangkan sabuk. Perlu diingat bahwa tali harus pas dan tidak longgar. 

3. Kesalahan # 3
Bayi menghadap ke depan terlalu cepat

Cek kursi: Semua anak harus tetap menghadap ke belakang sampai mereka mencapai ketinggian maksimum atau kapasitas car seat. American Academy of Pediatrics menyebut, anak-anak harus menghadap ke belakang saat duduk di car seat setidaknya sampai usia dua tahun. Tetapi rekomendasi baru menghilangkan tonggak usia tertentu.
 
Bahayanya: Tulang yang melindungi sumsum tulang belakang bayi masih berkembang. Ketika seorang anak menghadap ke belakang, punggung yang menjadi bagian terkuat tubuhnya dapat lebih baik menyerap kekuatan dari tabrakan. 
 
Jika menghadap ke depan, kepala bayi yang relatif berat dapat melambung ke depan, menyebabkan tulang belakangnya terekspos dan berisiko pada kelumpuhan atau kematian. 
 
Perbaikan: Ikuti aturan. Jaga agar bayi Anda menghadap ke belakang sampai mencapai ketinggian maksimum atau batas berat kursi.
 
Delapan Kesalahan saat Pasang Kursi Pengaman Anak di Mobil
(Direktur penelitian untuk pengobatan darurat di Rumah Sakit Anak Philadelphia Dennis R. Durbin mengatakan, kursi anak sangat penting. Jika dipasang dengan benar kursi khusus anak dapat menjaga anak saat terjadi kecelakaan dengan sedikit atau tanpa cedera. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

4. Kesalahan # 4
Kursi mobil yang menghadap ke belakang tidak berada di sudut yang benar

Uji kursi: Pastikan kursi berada di sudut yang benar sehingga kepala anak Anda tidak jatuh ke depan. Periksa instruksi untuk mengetahui sudut yang tepat untuk kursi dan sesuaikan sudut jika perlu. Kursi yang menghadap ke belakang harus memiliki indikator atau penyetel sudut bawaan, menurut HealthChildren.org.
 
Bahaya: Jalan napas bayi sangat sempit, diameternya hanya sebesar sedotan. Kursi bayi menghadap ke belakang dan bersandar terlalu jauh membuat kepala bayi tidak proporsional. Ini akan memotong jalan napas sehingga bayi sulit bernapas.
 
Perbaikan: Sebagian besar kursi penumpang miring ke belakang demi kenyamanan penumpang dewasa. Kursi keselamatan anak dirancang dipasang di permukaan yang rata. Namun banyak kursi keselamatan dilengkapi dengan alas yang bisa disesuaikan untuk mengatasinya. 
 
"Jika car seat Anda tidak memilikinya, Anda bisa menggunakan karet kolam renang di bawah kaki atau handuk yang digulung rapat juga bisa digunakan," kata petugas kepolisian San Diego dan instruktur keselamatan anak Mark McCullough.

5. Kesalahan # 5
Klip sabuk pengaman di tempat yang salah

Cek kursi: Sabuk pengaman kursi keselamatan seharusnya di depan dada, bukan di ketiak, misalnya. Pastikan klip sabuk berada di tempat yang tepat.
 
Bahayanya: Ketika klip dada berada di tempat yang salah, talinya dapat mudah terlepas. Anak berisiko terlempat dari kursinya karena tabrakan.  
 
Perbaikan: Orang tua sering memindahkan sabuk ketika mengarahkan anak keluar dari kursi. Periksalah posisi klip setiap kali memasang sabuk pengaman.

6. Kesalahan # 6
Tali pengikat berada di slot yang salah

Uji kursi: Sebagian besar car seat dirancang dengan tiga set slot harness. Dua set yang lebih rendah untuk posisi menghadap ke belakang, dan set teratas untuk posisi menghadap ke depan. 
 
Pada sebagian besar kursi, setelah kursi menghadap ke depan, hanya slot paling atas yang memiliki kekuatan tambahan untuk menjaga harness tetap aman. Namun orang tua sering membalik kursi tanpa menyesuaikan tali pengikat.
 
Bahayanya: Ketika anak menghadap ke depan, sabuk pengaman di slot bawah dapat menembus kursi selama tabrakan.
 
Perbaikan cepat: Pindahkan tali pengikat ke slot yang ada di atau di atas bahu anak. Atau posisikan pada area paling dekat dari bahu anak. Periksa instruksi untuk memastikan Anda memosisikan tali pundak dengan benar.  Sesuaikan sudut sandaran kursi sehingga carseat lebih tegak.

7. Kesalahan # 7
Menggunakan sabuk pengaman dari kursi untuk dewasa

Cara mengecek: Menurut AAP, ketika anak-anak melebihi batas berat kursi mobil yang menghadap ke depan umumnya 30 kilogram, banyak orang tua menggunakan sabuk pengaman untuk dewasa. Biasanya saat usia anak 8-12 tahun dan mencapai tinggi 130 cm.
 
Bahayanya: Sabuk pengaman orang dewasa tidak menahan anak dengan baik karena melintasi tubuhnya di tempat yang salah. Sabuk pengaman dewasa tinggi di atas perutnya, tinggi di atas bahunya, kadang di leher anak sehingga anak tidak nyaman dan melepasnya. 
 
Dalam kecelakaan, seorang anak yang terlalu kecil menggunakan sabuk pengaman dapat mengalami kerusakan organ dalam yang parah atau cedera kepala dan tulang belakang. Bahkan ia dapat terlontar keluar dari mobil. 
 
Perbaikan: Ganti kursi anak segera. Anak-anak di bawah usia 13 tahun harus selalu duduk di kursi belakang, tidak boleh di depan.

8. Kesalahan # 8
Kursi pengaman anak sudah ditarik dari peredaran

Cara menguji: Selama sepuluh tahun terakhir banyak kursi keselamatan yang ditarik dari pasaran dan diganti. Anda harus mengetahui nama model kursi keselamatan saat membelinya termasuk  nomor model, dan tanggal pembuatan, yang semuanya ada di kursi tersebut.
 
Bahayanya: penarikan kursi mobil terjadi karena berbagai alasan, termasuk kait yang salah dan kain yang mudah terbakar. Sebagian kursi keselamatan ditarik karena dapat menimbulkan bahaya, seperti sabuk pengaman yang rusak.
 
Perbaikan: Jika kursi pengaman di mobil Anda sebenarnya sudah ditarik dari peredaran, segera hubungi pabrik. Jangan pernah membeli kursi pengaman anak di toko barang bekas, atau obral garasi karena mungkin saja sudah ditarik dari pasar atau bekas tabrakan. 
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif